Lombok

Berhasil Bawa Pemdes Status Mandiri, Pemkab Loteng Sabet Penghargaan Kemendes

PRAYA-Torehan prestasi terus diraih Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), untuk skala loka maupun nasional. Kali ini, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng meraih penghargaan dari Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Desa dan PDT RI. Penghargaan ini diberikan pemerintah pusat atas keberhasilan Pemkab Loteng membawa semua pemerintah desa berstatus mandiri, maju dan berkembang.

Menteri Desa dan PDT RI, Prof. Dr. H. Abdul Halim Iskandar, M. Pd menyatakan, penghargaan ini diberikan kepada sebanyak 33 Kabupaten Kota se-Indonesia termasuk salah satunya Kabupaten Lombok Tengah. Penghargaan ini berikan atas konstribusi dan kerjakerasnya Pemkab dalam mendorong percepatan pembangunan desa sehingga seluruh desa mencapai status mandiri, maju dan berkembang. “Pada kesempatan ini kami juga menunjuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah kegiatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara ke-25,” ungkapnya.

Menurutnya, NTB telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam penerapan teknologi tepat guna di Indonesia. Penerapan TTG di NTB sudah berjalan dengan baik dan berharap kegiatan TTG Nusantara menjadi wadah untuk berbagi informasi dan pengetahuan antar-peserta. “Mudah-mudahan ada transaksi gagasan, share knowledge antara peserta untuk kemajuan desa,” tambahnya.

Pada gelaran TTG Nusantara ke-25 ini, sebanyak 27 provinsi di Indonesia dipastikan hadir di NTB. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penerapan TTG di masing-masing daerah. Terutama dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa sesuai dengan potensi daerah masing-masing. “Pada akhirnya berdampak pada pembangunan nasional dan ekonomi desa yang lebih maju dan mandiri,” tegasnya.

Pj Gubernur NTB, Dr. Hassanudin mengucapkan terima kasih atas ditunjuknya NTB sebagai tuan rumah TTG Nusantara ke-25. Ia menyampaikan bahwa NTB memiliki banyak potensi, baik dari segi alam maupun sumber daya manusia (SDM), yang dapat menjadi modal untuk pengembangan desa melalui teknologi tepat guna. “Kita harapkan sebagai tuan rumah dapat memanfaatkan peluang ini menjadi potensi, kekuatan dan kemajuan masyarakat kita,” harapnya.

Sebagai tuan rumah, TTG ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi NTB, terutama dalam memajukan daerah dan sebagai media untuk bertukar informasi antar peserta. Selain itu, gelaran TTG diharapkan dapat menunjang perekonomian NTB. “Dari informasinya ada 27 provinsi yang aktif hadir. Saya yakin itu sangat potensial sekali. Mari kita lihat pengembangan yang lain, berkompetisi yang sehat, amati, tiru, dan modifikasi sesuai dengan tipologi, kondisi, dan peluang dari kita,” katanya.

Bupati Lombok Tengah, H. L Pathul Bahri, S. IP., M. AP mengatakan, prestasi yang selama ini banyak diterima Lombok Tengah bukan atas usaha Pathul-Nursiah melainkan usaha seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Tengah. “Ini bukan kerja kami berdua tetapi kerja semua elemen masyarakat Kabupaten Lombok Tengah,” ungkapnya.

Bupati berharap dengan capaian status mandiri, maju dan berkembang, seluruh masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah dapat terus berinovasi dan berkreasi dalam pembangunan desa. “Jangan kita bangga dengan status mandiri maju dan berkembang lalu tidak berkreasi, namun saya minta Kepala Desa untuk semakin banyak kreasi dan inovasi inovasi baru dalam memajukkan desa kita masing masing,” paparnya.(wid)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button