Hukum & Kriminal

Dituduh Curi HP, Santri di Lombok Tengah Diduga Dianiaya Pengasuh Ponpes

​LOMBOK TENGAH – Kasus tragis menimpa seorang santri berinisial FN di Pondok Pesantren (Ponpes) Pancor Dao, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang.

​Korban yang berasal dari Dasan Makmur, Desa Aik Darek, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum pengasuh ponpes. Insiden ini dipicu oleh tuduhan pencurian ponsel di lingkungan pesantren tersebut.

​Dugaan penganiayaan terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WITA. Saat itu, korban sedang berada di pondoknya, kemudian dipanggil dan dibawa ke sebuah ruangan tertutup untuk diinterogasi terkait tuduhan pencurian tersebut.

​Lantaran merasa tidak mencuri dan tidak mengaku, korban diduga dipukul oleh pelaku hingga mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

​Usai kejadian, korban menceritakan peristiwa tersebut kepada pihak keluarga. Merasa keberatan, keluarga korban melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polres Lombok Tengah untuk ditindaklanjuti.

​Kasi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Bratha Kusnadi, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menerangkan bahwa laporan dari wali murid korban diterima pada 23 April lalu.

​”Laporan sudah kami terima tanggal 23 kemarin, kejadian dugaan penganiayaan terjadi pada tanggal 22 lalu,” jelas Bratha.

​Bratha menambahkan, saat ini proses penanganan kasus masih dalam tahap penyelidikan (lidik) dan ditangani secara profesional oleh Unit PPA Satreskrim Polres Lombok Tengah.

​Pihak penyidik telah mengambil keterangan dari pelapor. Selanjutnya, kepolisian akan memanggil para saksi serta terlapor untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button