Murid PAUD di Lombok Tengah Diduga Keracunan Sate Ayam MBG, Alarm NTB Desak SPPG Bujak Ditutup
PRAYA – Sejumlah murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan berupa sate ayam tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bujak di bawah naungan Yayasan Ponpes Darussa’adatain NW Gonjong.
Insiden tersebut diungkapkan oleh Ketua Aliansi Rakyat Menggugat (Alarm) NTB, Lalu Hizzi, pada Minggu (2/8/2026). Ia menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Lalu Hizzi, para murid PAUD mengeluhkan gejala mual, muntah, diare, hingga demam usai mengonsumsi sate ayam yang disajikan.
”Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Program yang dibiayai negara seharusnya menjamin kesehatan dan keamanan pangan bagi anak-anak, dan insiden keracunan ini perlu ditangani secara serius dan transparan,” tegas Lalu Hizzi.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Alarm NTB menemukan sejumlah indikasi awal, di antaranya dugaan belum optimalnya penerapan standar keamanan pangan dalam proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi. Selain itu, muncul dugaan ketidaksesuaian menu dengan kebutuhan anak usia dini serta lambannya penanganan awal terhadap korban.
”Temuan kami ini masih dugaan. Untuk itu, permasalahan murid PAUD yang keracunan ini akan kami laporkan ke aparat penegak hukum (APH), sehingga kasus keracunan menu MBG ini menjadi terang benderang,” ungkapnya.
Atas peristiwa tersebut, Alarm NTB mendesak Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga Pemkab Lombok Tengah untuk menghentikan sementara operasional SPPG Bujak. Pihaknya juga meminta BPOM, Dinas Kesehatan, dan APH untuk melakukan audit menyeluruh serta penyelidikan hukum.
”Harus dilakukan audit secara menyeluruh, dan kami minta kepada APH untuk melakukan penyelidikan, dan jika ditemukan ada tindak pidana, kami minta APH untuk bertindak tegas,” pintanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah dan pengelola wajib menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga pulih serta memberikan kompensasi kepada keluarga terdampak. Kendati demikian, ia menegaskan tetap mendukung keberlanjutan Program MBG selama standar keamanan pangan diterapkan dengan ketat.
”Program MBG merupakan program yang baik dan bermanfaat. Namun jika tata kelolanya tidak dijalankan dengan baik hingga membahayakan anak-anak, tentu harus menjadi perhatian serius dan dievaluasi,” sebutnya.
Lalu Hizzi mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengawal pendampingan korban. Pihaknya juga mengancam akan melayangkan laporan resmi kepada Presiden RI Prabowo Subianto apabila penanganan kasus ini berjalan lambat.
”Jika tidak ada tindak lanjutnya, kami akan bersurat dan melaporkan persoalan kasus murid PAUD yang keracunan menu MBG ini ke Presiden RI Prabowo Subianto,” ujarnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Mitra SPPG Bujak, Restu Septiana Berlian, membenarkan adanya peristiwa tersebut saat ditemui di lokasi, Senin (3/8/2026). Namun, ia menegaskan bahwa menu sate ayam yang disajikan sebenarnya telah memenuhi kriteria dan regulasi yang ditentukan. Ia juga memastikan kondisi kesehatan para murid kini sudah pulih.
”Laporan dari kader, dan hari Sabtu (1/8/2026), rata-rata sudah membaik. Dan sate ayam sudah sesuai dengan menu,” pungkas Restu.



