Sempat Disorot, Sekda Loteng Tegaskan Pengangkatan Kembali Direksi PDAM Tiara Sesuai Aturan

PRAYA – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akhirnya memberi kejelasan terkait pengangkatan kembali dua Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ardia Rinjani (Tiara) Praya yang sempat menjadi sorotan publik. Pemkab menegaskan bahwa penetapan kembali Direktur Utama dan Direktur Umum tersebut telah melalui tahapan evaluasi serta kajian yang komprehensif.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., membenarkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati memilih untuk mempertahankan kedua direksi tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku.
”Ada dua metode proses pengangkatan Direksi dan Dewan Pengawas PDAM Tiara, dimana Pemerintah mengangkat kembali khusus Direksi dengan salah satu Metode yang berlaku,” ujar Firman Wijaya.
Ia menjelaskan, keputusan untuk tidak membentu Panitia Seleksi (Pansel) baru telah sesuai dengan koridor hukum. Mekanisme pengangkatan kembali tersebut tetap melewati proses penilain yang ketat serta independen, di mana seluruh kriteria dan indikator persyaratannya telah terpenuhi.
”Intinya proses tahapan pengangkatan dua direksi itu sudah legal dan tidak berbenturan dengan hukum yang mengaturnya,” tegasnya.
Berdasarkan regulasi, kedua pimpinan PDAM Tiara dinilai layak dan memenuhi syarat untuk kembali mengemban amanah. Pemkab Lombok Tengah memastikan kebijakan penunjukan ini tidak diambil secara sepihak, melainkan didasari hasil kajian mendalam.
”Kita dalam mengambil kebijakan tentu sudah melalui berbagai tahapan,” sambung Sekda.
Salah satu pertimbangan utama Pemkab mempertahankan jajaran direksi tersebut adalah kinerja keuangan perusahaan yang dinilai progresif. Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tata kelola keuangan PDAM Tiara dikategorikan baik.
”Bukan hanya pertimbangan itu, ada banyak indikator sebagai bahan pertimbangan Pemerintah sehingga mengangkat kembali dua Direksi itu,” terangnya.
Tugas dan Target 5 Tahun Ke Depan
Memasuki masa jabatan baru selama lima tahun ke depan, Pemkab Lombok Tengah telah mematok sejumlah target strategis bagi jajaran direksi. Salah satu fokus utamanya adalah pemetaan serta penemuan sumber air baru untuk menjamin kontinuitas distribusi air bersih ke pelanggan. Selain itu, perluasan cakupan layanan air bersih juga menjadi agenda prioritas.
Direksi juga dituntut berinovasi dalam mengoptimalkan serapan kapasitas air dari SPAM Mandalika. Pemkab mengarahkan pengalokasian SPAM Mandalika untuk menyasar sektor bisnis dan komersial guna mendongkrak pendapatan daerah.
”Karena jika memanfaatkan SPAM Mandalika kearah pelanggan maka hasilnya nanti PDAM Tiara dipastikan mengalami keuangan yang sehat,” ungkapnya optimistis.
Hal lain yang tak kalah krusial adalah peremajaan sarana dan prasarana (sarpras), khususnya perbaikan pipa distribusi utama yang sudah dimakan usia. Tingginya tingkat kebocoran air akibat kondisi pipa tua kerap menjadi pemicu gangguan pelayanan ke masyarakat.
”Yang jelas kita meminta PDAM untuk terus berbenah demi bisa memuaskan pelayanan kepada masyarakat Lombok Tengah,” tutup Sekda.



