Olahraga

KTK Pujut Dukung Dorongan KONI Pusat Agar Gubernur NTB Pimpin KONI Jelang PON

LOMBOK TENGAH – Karang Taruna Kecamatan (KTK) Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, menyambut baik dorongan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat agar Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, memimpin KONI NTB.

​Dukungan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan daerah dalam mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Terlebih, sejumlah sarana (venue) dan titik lokasi penyelenggaraan cabang olahraga berada di kawasan selatan Lombok Tengah, khususnya Kecamatan Pujut yang menjadi jantung kawasan Mandalika.

​Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga KTK Pujut, Sumaji, S.H., menyampaikan bahwa kepemimpinan Gubernur NTB di tubuh KONI akan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menyukseskan gelaran multi-ajang olahraga nasional tersebut.

​“Kami dari KTK Pujut menyambut baik dorongan Ketua KONI Pusat agar Gubernur NTB menjadi Ketua KONI NTB. Bagi kami, ini sangat relevan dengan kebutuhan NTB saat ini, terutama dalam memaksimalkan persiapan dan menyukseskan PON yang akan datang,” ujar Sumaji di Lombok Tengah, Sabtu (8/8/2026).

​Menurut Sumaji, Kecamatan Pujut memiliki posisi strategis lantaran kawasan Mandalika telah dikenal secara internasional sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism). Area tersebut juga teruji berpengalaman menggelar berbagai kejuaraan olahraga, baik skala lokal, nasional, maupun internasional.

​“Selatan Lombok, khususnya Mandalika, sudah memiliki pengalaman menjadi lokasi berbagai event olahraga. Mandalika juga dikenal sebagai kawasan sport tourism. Karena itu, ketika PON mendatang digelar di NTB, kami melihat kawasan Pujut dan Mandalika akan memiliki peran penting,” katanya.

​Ia menilai, keberadaan sejumlah venue di wilayah selatan menuntut penguatan sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pemuda, dan masyarakat setempat sejak jauh-jauh hari. Menurutnya, kesuksesan PON tidak sekadar diukur dari kelancaran pertandingan, melainkan juga kesiapan infrastruktur, transportasi, keamanan, kesehatan, hingga geliat UMKM dan pariwisata.

​“PON bukan hanya persoalan pertandingan olahraga. Ada persoalan infrastruktur, keamanan, transportasi, kesehatan, pariwisata, UMKM, kepemudaan, sampai keterlibatan masyarakat. Karena itu, dibutuhkan koordinasi lintas sektor yang kuat,” kata Sumaji.

​Sumaji mencontohkan struktur kepemimpinan olahraga di daerah tetangga, di mana Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) turut menjabat sebagai Ketua KONI NTT. Hal ini dinilai menjadi preseden positif bahwa kepala daerah dapat mengambil peran manajerial langsung untuk percepatan pembangunan olahraga.

​“Kalau Gubernur NTT menjadi Ketua KONI NTT, maka menurut kami Gubernur NTB juga relevan untuk memimpin KONI NTB. Apalagi tantangan NTB ke depan sangat besar karena kita harus memaksimalkan persiapan sebagai tuan rumah PON,” lanjutnya.

​Ia menegaskan, dorongan dari KTK Pujut berfokus pada kebutuhan konsolidasi dan koordinasi yang solid antar-pemangku kepentingan demi membawa dampak ekonomi serta pariwisata yang nyata bagi masyarakat lokal.

​“Yang kami dorong adalah kepemimpinan yang mampu mengonsolidasikan seluruh kekuatan daerah. Kami ingin PON di NTB bukan hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi, pariwisata, kepemudaan dan olahraga bagi masyarakat,” tegasnya.

​Sumaji berharap kolaborasi antar-elemen dapat terbangun sejak dini, di mana pemuda lokal siap mengambil peran aktif menyukseskan perhelatan tersebut.

​“KTK Pujut siap mengambil bagian. Kami ingin pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari kesuksesan PON. Karena itu, kami menyambut baik dorongan agar Gubernur NTB memimpin KONI. Bagi kami, ini bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga nama baik NTB sebagai tuan rumah,” pungkas Sumaji.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button