Lombok

Bocah 2,5 Tahun di Praya Tewas Terseret Arus Sungai

PRAYA-Naas nasib bocah M Khairul Aziz (2,5) warga Kelurahan Gerantung Kecamatan Praya Tengah. Aziz sapaan akrabnya, meregang nyawa usai terseret arus sungai saat bermain dengan rekannya Rabu (15/11). Kapolsek Praya Tengah, IPTU Agus Priyatno, S.H, menuturkan anggota Polsek Praya Tengah berhasil melakukan evakuasi bocah berumur 2,5 tahun yang meninggal dunia akibat terseret derasnya arus sungai tersebut. Korban dievakuasi berjarak dua kilometer dari lokasi jatuhnya ke dalam sungai. “Korban ditemukan dua kilometer dari lokasi jatuhnya korban,” ungkapnya.

Kronologi kejadian terseretnya korban bermula dari korban bersama kakaknya, Lailatul Sifa bermain di atas jembatan sungai, yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya sekitar pukul 06.00 pagi. Saat bermain, korban hendak menyingkirkan sebatang kayu yang tersangkut di tengah jembatan. “Saat menyingkirkan sebatang pohon kayu itu kemudian korban terjatuh dan terseret derasnya arus sungai yang meluap hingga jembatan akibat derasnya guyuran hujan,” terangnya.

Melihat adiknya terseret arus sungai, Lailatul bergegas pulang melaporkan kejadian itu kepada ibunya. Mendengar informasi itu, ibu korban kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga. “Warga yang mendapatkan informasi langsung melakukan upaya pencarian dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Praya Tengah,” lanjutnya.

Warga yang dibantu anggota Polsek Praya Tengah langsung bergegas ke lokasi kejadian dan melakukan proses pencarian korban. Adapun derasnya arus sungai membuat proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai. Tepat sekita pukul 07.40 WITA, pencarian membuahkan hasil, dimana korban ditemukan mengapung di sungai Lingkungan Peropok, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya yang berjarak sekitar dua kilometer dari TKP terjatuhnya korban. “Korban ditemukan dalam keadaan mengapung di atas air,” katanya.

Saat ditemukan dan berhasil dievakuasi, kemudian korban langsung dilarikan ke RSUD Praya untuk mendapatkan pertolongan. Namun nasib berkata lain, saat dibawa ke RSUD Praya, nyawa korban tidak bisa tertolong. Akibat kejadian ini, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan merelakan kepergian bocah 2,5 tahun tersebut. “Karena keluarga korban menolak dilakukannya otopsi kemudian membawa pulang jenazah korban untuk dikebumikan,” paparnya.(wid)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button