Lombok

Siap Hadapi Keadaan Darurat, BIL akan Gelar Simulasi

PRAYA-Berbagai potensi terjadinya keadaan darurat di wilayah otoritas Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi pemikiran pihak pengelola, untuk dapat dicarikan solusi terbaik. Dan untuk mengatasi segala potensi keadaan darurat yang akan terjadi, dalam waktu dekat ini pihak pengelola BIL, dalam hal ini pihak PT Angkasapura Pura I, akan melakukan kegiatan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKS) pada Kamis (14/9) mendatang.

General Manager BIL, Rahmat Adil Indrawan menyatakan, latihan PKS ini merupakan latihan PKD yang ke-112. Di mana dalam latihan yang akan digelar nanti mencakup tiga jenis latihan, yakni simulasi kecelakaan pesawat terbang (aircraft accident exercise), simulasi penanganan bom dan ancaman keamanan penerbangan (airport security exercise), serta simulasi penanganan kebakaran gedung (fire building exercise). “Latihan PKD ini bertujuan untuk menguji kesiapan personel, peralatan, dan fasilitas bandara dalam mengantisipasi serta menangani segala bentuk gangguan atau ancaman baik yang berkaitan dengan keselamatan maupun keamanan penerbangan sesuai dengan Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandara dan Dokumen Program Keamanan Bandara,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui latihan PKD ini fungsi komunikasi, koordinasi, komando antarunit dan instansi komunitas bandara akan diuji. Kegiatan kali ini akan melibatkan sejumlah 532 orang personel yang berasal dari PT Angkasa Pura I, TNI AU Lanud ZAM, Polda NTB, Kodim 1620/Lombok Tengah, Polres Lombok Tengah, Polsubsektor Bandara, Perum LPPNPI Cabang Lombok, maskapai penerbangan, Basarnas NTB, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah, KKP Kelas II Mataram, PMI Lombok Tengah, Dinas Kesehatan Lombok Tengah, RSUD Praya, serta puskesmas di sekitar BIL. “Simulasi dari setiap latihan PKD telah ini dirancang sedemikian rupa sehingga mendekati kondisi nyata. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan jaminan bahwa sebagai pengelola bandara kami ingin benar-benar siap dalam menghadapi kondisi darurat yang bisa terjadi kapan saja. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan latihan ini tidak akan mengganggu operasional penerbangan dan pelayanan bagi para pengguna jasa bandara,” paparnya.(wid)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button