Lombok

Cuaca Ekstrem, FPRB Loteng Ingatkan Antisipasi Bencana

LOMBOK TENGAH – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Lombok Tengah (Loteng) mengingatkan aksi antispasi risiko bencana akibat tingginya curah hujan dan cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.

Untuk itu, FPRB Loteng menggelar pertemuan di kantor Bupati Loteng bersama pihak BMKG ZAM, OPD Lingkup Pemkab Loteng dan NGO yang berfokus pada mitigasi kebencanaan.

“Kami juga mengundang perwakilan NGO dan OPD namun banyak yang tidak mengirim stafnya mungkin karena kegiatan lain atau cuaca,” terang Ketua FPRB, Hasan Masat (15/22).

Hasan menjelaskan, dalam pertemuan tersebut BMKG memaparkan prakiraan cuaca yakni masih adanya potensi akan terjadi cuaca ekstrem dan hujan lebat di Lombok Tengah dengan rentan waktu dari Desember 2025 sampai Februari 2026.

Walapun sifatnya prakiraan, namun Hasan berharap ada kesiagaan Pemkab Loteng dan masyarakat, terutama Kecamatan Pringgarata dan Batukliang, yang masih akan diguyur hujan lebat. Demikian juga untuk kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya dan Pujut, dengan kondisi perbukitan dan banyak kerukan bahan galian.

“Dari lima kecamatan tersebut, bukan berarti kecamatan lain terbebas, Pemda Loteng sebagai kewajibannya, harus atensi wilayah akibat cuaca ekstrem ini,” ujarnya.

Melalui pertemuan tersebut, ia berharap Pemkab Loteng, pengusaha, Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), Desa Tangguh Bencana (Destana) lebih intens berkomukasi soal cuaca hingga tiga bulan kedepan.

Selain itu, Dinas PUPR, Perkim, BPBD dan Dinsos hendaknya menghidupkan satuan kesiapsiagaan seperti Tagana dan TRC yang melibatkan Dinas Kesehatan dan tenaga teknis lainnya.

Tak hanya itu, Hasan meminta Pemda Loteng kedepannya harus segera melakuan evaluasi dan minitoring soal pelaksanaan perijinan dan data ruang.

“Pemkab Loteng harus sensitif pada isu lingkungan. Wilayah utara maupun selatan Loteng ini cukup marak terjadi eksploitasi lingkungannya,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button