Hukum & Kriminal

Santri Diduga Dianiaya Usai Dituduh Mencuri Ponsel, Kemenag Lombok Tengah Akan Turun Tangan

 LOMBOK TENGAH – Dugaan penganiayaan menimpa seorang santri berinisial FN oleh salah seorang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Pancor Dao, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang.

​Korban yang berasal dari Dasan Makmur, Desa Aik Darek, menjadi korban dugaan penganiayaan setelah dituduh mencuri Handphone (HP) di lingkungan Ponpes.

​Hal tersebut memicu reaksi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah. Pihak Kemenag Loteng akan turun ke lapangan untuk meminta klarifikasi dari pihak Ponpes.

​Sebelumnya, pihak Kemenag Loteng telah mencoba meminta klarifikasi pihak Ponpes melalui WhatsApp, namun belum mendapatkan jawaban atas persoalan tersebut.

​”Masih belum ada jawaban dari pengurus Ponpesnya, karena kami belum sempat turun, cuma komunikasi lewat HP saja sama pengurusnya,” ungkap Kasi Pontren, Muhamad Salim (06/05).

​Akibatnya, Salim menjelaskan akan turun langsung ke Ponpes untuk meminta klarifikasi dan menggali informasi lebih dalam terkait kasus tersebut dalam waktu dekat.

​”Kami akan turun untuk meminta klarifikasi, tapi kami belum sempat. InsyaAllah mudah-mudahan ada waktu besok saya turun atau meminta teman-teman di PD. Pontren menggali informasi lebih dalam lagi tentang kasus ini,” ujarnya.

​Sebelumnya, FN diduga mengalami tindakan kekerasan pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WITA, saat korban sedang berada di pondoknya.

​Korban dipanggil, kemudian dibawa ke ruangan tertutup. Di tempat tersebut, korban diinterogasi atas tuduhan mencuri HP. Karena merasa tidak melakukan dan tidak mengaku, korban diduga dipukul oleh pelaku hingga mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

​Usai kejadian, korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada pihak keluarga. Merasa keberatan, keluarga korban melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polres Lombok Tengah untuk ditindaklanjuti.

​Kini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Lombok Tengah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button