BAPPERIDA Loteng Janjikan Jalan Kabupaten 100% Mulus di 2027

PRAYA-Panjang jalan kabupaten yang dimiliki Lombok Tengah merupakan yang terpanjang di antara 10 kabupaten/kota di NTB. Dari panjang jalan 809 kilometer yang dimiliki, tercatat ditahun 2025 ini sepanjang 48 kilometer dalam kondisi rusak parah. Berdasarkan ketersediaan angggaran yang dimiliki setiap tahunnya, dipastikan tahun 2027 nanti seluruh jalan kabupaten ditargetkan mulus.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), L. Wiranata, S.IP.,M.A. membenarkan terkait hal ini. “Cukup sedikit panjang jalan rusak atau tidak mantap yang ada di Loteng,” ungkapnya.
Dari 48 kilometer jalan rusak parah yang ada saat ini, saat ini dimasukkan menjadi program strategis Kabupaten yang harus segera diperbaiki. Sehingga dengan menggunakan anggaran yang dikelola, tahun 2025 ini Pemerintah melalui Dinas PUPR akan menyelesaiakan persoalan jalan sepanjang 30 kilometer lebih. “Dari panjang jalan yang rusak parah, tahun 2025 ini kita memperbaiki lebih dari 85 persen,” ujarnya.
Oleh sebab itu, dengan ketersediaan anggaran, pihaknya yakin di tahun 2027 nanti jalan kabupaten sepanjang 809 kilometer seluruhnya dapat disempurnakan. Bukan hanya kondisi jalan saja yang menjadi fokus perbaikan, bahkan rabat jalan dan drainase jalan juga ikut masuk hitungan. “Karena percuma kita perbaiki jalan kalau infrastrukturnya tidak ikut serta kita perbaiki,” tegasnya.
Untuk perbaikan kondisi sisa jalan rusak, pemerintah daerah menggelontorkan anggaran yang sumbernya berasal dari APBD dan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) yang diterima dari Pemerintah Pusat. Untuk pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 30 kilometer lebih di tahun 2025 ini, Pemerintah menggelontorkan dana yang bersumber dari APBD sebesar 15 persen dan dana DBHCHT sebesar 20 persen. “Sumber anggaran kita memperbaiki jalan Kabupaten tiap tahunnya ya APBD dan DBHCHT,” terangnya.
Sementara pola perbaikan jalan yang dilakukan juga dengan menggunakan pola long segmen. Dimana dengan pola ini ada pekerjaan yang dilakukan memperbaiki antara ruas jalan, rabat dan talud di tempat yang berbeda. “Kita berlakukan pola ini karena kondisi tingkat kerusakan ruas dan talud di satu tempat tidak bersamaan,” tegasnya.
Selain itu, di sisi standar pembangunan jalan Kabupaten yang dilakukan dengan menggunakan pembangunan jalan standar dua jalur. Metode ini demi mendapatkan hasil pekerjaan yang kuat dan tahan lama. Dimana dengan membangun jalan dengan standar dua jalur kekuatan jalan bisa sampai 5 tahun ke atas. “Kita menetapkan standar kualitas jalan agar kekuatan jalan yang dibangun bisa tahan lama,” ujarnya.
Namun dengan menggunakan pembangunan jalan standar jalur dua, tentu mempengaruhi semakin meningkatnya pembiayaan proyek dari standar sebelumnya. Dimana besar pembiayaan pembangunan jalan sebelumnya setiap satu kilometer menghabiskan biaya sebesar Rp 1,8 miliar, namun dengan menggunakan standar jalur dua biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai satu kilometernya sebesar Rp 2,6 miliar. “Kendati mengeluarkan anggaran lebih banyak namun kekuatan jalan juga akan lebih panjang untuk dimanfaatkan,” paparnya.(wid)



