Fakultas Perikanan Upatma Dampingi Masyarakat Manfaatkan Teknologi API GaYa
MATARAM-Kelompok Kuranji Bangsal merupakan komunitas kelompok keluarga nelayan di Desa Kuranji Dalang yang terdiri dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan lima Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Laut (POKLAHSAR) yang tersebar di beberapa desa.
Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini dilaksanakan di Desa Kuranji Bangsal, Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Barat Pulau Lombok.
Program pengabdian yang dilaksanakan oleh dosen-dosen Fakultas Perikanan (Faperik) Universitas 45 Mataram (Upatma) ini dimulai dengan observasi awal, koordinasi, sosialisasi dan pelatihan pengolahan hasil laut; sosialisasi dan pelatihan pengolahan hasil laut, Pembuatan alat pengering ikan bertenaga surya (API-GaYa) dan penyerahan dana bantuan kepada kelompok.
Sosialisasi dan pelatihan olahan hasil laut yaitu stik dari ikan selah dan siomay ikan (3 Juli 2024). Produksi produk-produk tersebut dimulai dari proses pembuatan hingga pengemasan yang dihasilkan yaitu stick ikan selah dan siomay ikan. Pembuatan olahan tersebut dibuat dari bahan baku ikan hasil tangkapan nelayan di Dusun Kuranji Bangsal.

Pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Alat Pengering Ikan Tenaga Surya (10 Juli 2024) Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk membantu nelayan meningkatkan kesejahteraan dalam memanfaatkan SumberDaya Ikan menggunakan teknologi sederhana, murah, dan ramah lingkungan secara higienis dan berkelanjutan serta melihat hasil performa dari Alat Pengering Ikan Tenaga Surya (API-GaYa).
Kegiatan ini sudah melewati Uji Coba dengan dua tahap, tahap pertama pembuatan API-GaYa skala kecil, tahap kedua Uji coba pengeringan Ikan menggunakan alat tersebut. Penggunaan API-GaYa terbukti efektif dalam mengeringkan ikan, menghasilkan ikan kering dengan kadar air yang rendah dan kualitas yang terjaga. Selain sosialisasi dan pelatihan, mitra juga mendapatkan bantuan berupa alat-alat berbasis teknologi, seperti Oven, Vacum Selaer, timbangan digital, API-GaYa agar dapat dimanfaatkan oleh mitra secara menyeluruh untuk meningkatkan edukasi olahan ikan yang higienis berkontribusi pada meningkatkan akses terhadap pangan yang aman dan ber nutrisi bagi masyarakat.

Sosialisasi dan pelatihan dalam pembuatan/perakitan Teknologi Tenaga Surya (API-GaYa) dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2024 bertempat di Pantai Dusun Kuranji Bangsal. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh nelayan, penyuluh perikanan, mahasiswa dan dosen fakultas perikanan. Pelatihan ini dharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan nelayan setempat karena, nelayan sering menghadapi berbagai tantangan seperti kondisi cuaca yang fluktuatif, musim kemarau yang berdebu, serta musim hujan yang lembab dalam proses pengeringan ikan. Tantangan-tantangan ini mempengaruhi kualitas dan mutu hasil perikanan nelayan. Alat ini menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi utama, memanfaatkan sinar matahari yang bersinar terik sepanjang tahun di wilayah pesisir.
API-GaYa dirancang untuk membantu proses pengeringan ikan dengan lebih efektif dan efisien. Metode ini tidak hanya memperpanjang masa simpan ikan, tetapi juga mempertahankan cita rasa dan nilai gizinya. Penggunaan alat ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan pangan di wilayah pesisir serta membuka peluang bagi pengembangan ekonomi lokal, termasuk sektor pariwisata.
Kegiatan ini dipimpin oleh Naning Dwi Sulystyaningsih, S.Pi, M.Si., yang mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan timnya karena telah berhasil mendapatkan hibah Kemendikbudristek tahun ini. Tim yang dipimpinnya terdiri dari Luh Gede Sumahiradewi, S.Si., M.Si. Dan L. Achmad Tan Tilar Wangsajati Sukmaringkalih, S.Si., M.Sc serta mahasiswa-mahasiswa fakultas perikanan.(wid)



