PBJ Jamin Proses Tender Paket DAK Loteng Sesuai Target
PRAYA-Proses tender paket program fisik yang sumber anggaranya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, dipastikan rampung sesuai target. Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pastikan proses tender paket seluruh OPD dipastikan tuntas nanti pada 10 Juli mendatang.
Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Lombok Tengah, Edi Johannas surenggana, S. T, di ruang kerjanya menyatakan, proses tender paket program fisik disemua OPD di Pemkab Lombok Tengah memang belum semuanya selesai dituntaskan. Namun, pihaknya memastikan semua tender paket fisik tersebut tuntas disepsskan proses lelangnya nanti hingga tanggal 10 Juli mendatang. “Memang hingga saa ini ada sebagian yang sudah selesai proses lelangnya dan sudah ada pemenangnya,” ungkapnya.
Dijelaskan, untuk paket program fisik yang sumber dananya dari DAK pusat ini sesuai deadline input dari Om Spam kementerian keuangan RI kabupaten Loteng harus menyelesaikan proses tendernya hingga nanti pada tanggal 21 Juli mendatang. Sehingga pihak PBJ bersepakat dengan semua OPD terkait akan menyelesaikan proses lelang hingga penandatanganan kontra kerja program tersebut akan selesai hingga tanggal 18 Juli mendatang. “Itu sebabnya proses lelang semua paket program fisik ini tuntas di tanggal 11 Juli,” terangnya.
Setelah selesai semua proses lelang hingga kontrak nanti, barulah kemudian setelah tanggal 18 Juli PBJ akan melaporkan segala bentuk proses tersebut langsung ke Kementerian Keuangan RI melalui aplikasi Om Spam yang sudah disediakan. Laporan segala proses melalui Om Spam ini harus dilakukan lantaran sebagai dasar Kementerian keuangan RI mentransfer pembayaran program ke daerah. “Laporan proses lelang harus dilaporkan sebagai dasar untuk kementerian terkait mentransfer pembayaran program tersebut nantinya,” ujarnya.
Adapun jumlah paket DAK yang ditender PBJ ditahun 2024 ini adalah 150 paket tender, dengan total anggaran sebesar Rp 131,4 miliar. Dimana 150 paket tender itu tersebar di 7 OPD, yakni di Dinas PUPR sebanyak 30 paket dengan besaran anggaran sebesar Rp 44,1 miliar, Dinas Pendidikan sebanyak 91 paket dengan rincian SD sebanyak 57 paket, SMP 31 paket dan TK sebagai 3 paket dengan jumlah anggaran keseluruhan di Dinas Pendidikan sebesar Rp 40,2 miliar. “Untuk tender paket di Dinas Pendidikan di paket SD posisi sudah berkntrak, untuk SMP dalam proses evaluasi tanggal 11 Juli dipastikan selesai dan untuk di TK proses jumlak dan juknis,” jelasnya.
Kemudian untuk di Dinas Kesehatan jumlah paket tendernya sebanyak 12 paket dengan besaran anggaran sebesar Rp 19,5 miliar. Dimana posisi proses tender di Dinas kesehatan ini 4 paketnya sudah berkontrak dan 8 paketnya masih ada tahap penawaran. Selanjutnya di RSUD jumlah paketnya sebanyak 5 paket dengan jumlah anggaran sebesar Rp 16,6 miliar dan posisi tendernya 2 paket sudah berkontrak sementara 3 paketnya tahap evaluasi. Dilanjutkan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan jumlah paket 1 anggaran sebesar Rp 4,9 miliar dan sudah berkontrak. Dinas Pariwisata jumlah paket sebanyak 8 dan Dinas Pertanian sebanyak 3 paket dengan jumlah anggaran sebesar Rp 900 juta. “Semuanya ini selesai proses tender hingga kontraknya nanti tanggal 18 Juli,” ujarnya.
Kendati proses tender hingga bulan Juli baru bisa diselesaikan, proses tender dan kontraknya pihaknya membantah kalau proses ini terlambat dilakukan. Karena sesuai juklak juknis dari Kementerian keuangan kalau program yang sumber dananya dari DAK ini akan dikerjakan tekanan hingga bulan November mendatang. “Jadi semua proses ini tidak terlambat karena aturannya sudah jelas dan sesuai dengan aturan juklak juknis yang ada,” paparnya.(wid)6



