Klarifikasi Pungli Dana Kapitasi, Kepala Puskemas Puyung: Kita Kan Seikhlasnya
PRAYA-Beredarnya pungutan liar (Pungli) dana kapitasi ke sejumlah karyawan yang ada di Puskemas Puyung dibantah. Dimana dana kapitasi karyawan oleh Kepala Puskemas Puyung tidak diwajibkan kepada setiap karyawan, melainkan diminta sumbangan seikhlasnya dari dana kapitasi tersebut untuk memperbaiki akses pintu masuk Puskemas.
Kepala Puskesmas Puyung, Eka Susilawati membantah adanya pungli dana Kapitasi terhadap sebanyak 90 karyawan Puskesmas, baik itu negeri maupun honor sebesar Rp100 ribu per orang untuk membiayai persiapan menghadapi akreditasi Puskesmas. “Kami seikhlasnya mengeluarkan sumbangan setelah menerima dana kapitasi itu untuk keperluan memperbaiki jalan masuk menuju Puskesmas,” ungkapnya.
Munculnya kebijakan untuk mengeluarkan sumbangan dari dana kapitasi tersebut terlebih dahulu merupakan kesepakatan bersama. Dan karena semua karyawan setuju, dilakukanlah iuran itu dan dikumpulkan di dalam kardus sumbangan. “Karena semua sepakat akhirnya sumbangan itu kamu kumpulkan dengan menggunakan kardus air minum. San nilai sumbangan tidak kami tetapkan melainkan seikhlasnya,” jelasnya.
Setelah dana sumbangan kapitasi itu terkumpul, kemudian uangnya dipergunakan untuk membeli bahan untuk memperbaiki jalan pintu masuk menuju Puskemas. Diarahkannya sumbangan kapitasi karyawan ini ke akses masuk Puskemas lantaran kondisi jalan pintu masuk yang rusak kerap kali dikeluhkan setiap pengunjung. Bahkan tidak jarang akibat kondisi jalan pintu masuk itu menyebabkan karyawan mengalami kecelakaan terjatuh dar sepeda motor. ” Akibat faktor inilah kemudian kami di Puskemas Puyung sepakat untuk memperbaiki jalan masuk itu dengan mengumpulkan sumbangan dari karyawan saat menerima dana kapitasi,” jelasnya.
Dan ketika proses pengumpulan dana kapitasi tidak dipersoalkan oleh pemilik uang, tentu hal ini tidak menjadi persoalan yang besar. Karena proses pengumpulan uang untuk kenakan bersama ini sudah melalui proses yang dianggap sah dan tidak melanggar aturan apapun. “Kita kan seikhlasnya dan tidak ada paksaan, jadi saya mengganggap tidak menjadi persoalan,” paparnya.(wid)



