HUMAS AK-NTB Dianggap Menghina Tokoh Masyarakat Pujut, Desakan Permohonan Maaf Mencuat

LOMBOK TENGAH — Ketegangan meningkat setelah beredarnya unggahan di media sosial resmi HUMAS Asosiasi Kecimol Nusa Tenggara Barat (AK-NTB) yang dinilai menghina Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Sungkuli, serta menyindir warga Pujut secara generalisasi. Unggahan yang bernada kasar dan merendahkan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Ketua Laskar Sasak Lombok Tengah, Lalu Toni, menyatakan dirinya sangat tersinggung dan marah atas pernyataan yang disampaikan oleh HUMAS AK-NTB itu.
Lalu Toni: “Ini Menghina Pejabat Daerah dan Merendahkan Warga Pujut!”
Dalam keterangannya, Lalu Toni menegaskan bahwa apa yang ditulis oleh HUMAS AK-NTB tidak hanya menyerang pribadi pejabat daerah, tetapi juga secara tidak langsung merendahkan masyarakat Pujut.
“Pernyataan HUMAS AK-NTB tidak hanya menghina pejabat daerah, tetapi juga telah merendahkan martabat warga Pujut. Kami tidak akan menerima bentuk generalisasi yang menjelekkan masyarakat kami. Warga Pujut bukan tempat untuk dijadikan bahan hinaan atau sindiran,” tegasnya.
Ia juga mengecam keras penggunaan bahasa kasar dan tidak beretika yang menurutnya tidak mencerminkan budaya Sasak yang santun dan beradab.
“Saya peringatkan HUMAS AK-NTB: jangan seenaknya bicara seakan Anda paling benar. Jangan tarik-tarik nama Pujut dalam narasi yang merendahkan. Warga Pujut punya harga diri, punya kultur yang dijunjung, dan kami tidak tinggal diam jika nama kami dipakai untuk menyerang pihak lain,” ujarnya dengan nada keras.
Desak HUMAS AK-NTB Klarifikasi dan Minta Maaf Terbuka
Lalu Toni menegaskan bahwa persoalan terkait budaya Kecimol memang sering memunculkan perdebatan, namun penyampaian pendapat tetap harus menggunakan bahasa yang elegan dan menghormati semua pihak.
“Kalau tidak setuju dengan pandangan Kadis, sampaikan dengan cara terhormat. Jangan libatkan masyarakat. Jangan buat kegaduhan dengan kata-kata kasar. Laskar Sasak tidak akan tinggal diam,” katanya.
Ia mendesak pihak HUMAS AK-NTB untuk segera mengklarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Lombok Tengah, terutama warga Pujut dan masyarakat Sasak.
“Jika HUMAS AK-NTB tidak segera menarik ucapannya dan meminta maaf, kami siap mengambil langkah tegas sesuai koridor yang berlaku. Ini menyangkut marwah masyarakat Sasak, terutama warga Pujut,” tegasnya..



