Keluhkan Kondisi Jalan Serage, Masyarakat Ngadu ke Dewan
PRAYA-Masyarakat Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) masih belum bisa merasakan dampak yang signifikan atas kepemimpinan Pathul-Nursiah. Sebab hingga saat ini, kondisi jalan di wilayah tersebut masih sangat memprihatinkan. Hal itu mereka sampaikan saat mengikuti reses anggota DPRD Loteng Dapil Praya Barat-Praya Barat Daya, Lalu Muhammad Akhyar kemarin.
Beberapa masyarakat dari Dusun Beberek, Lekong Jae, Belenje, Semaye dan Dusun Rorot menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera menyelesaikan pembangunan ruas jalan itu. Terlebih status jalan ini merupakan jalan kabupaten. Sehingga masyarakat meminta Pemda tidak tutup mata atas kondisi jalan tersebut. “Kami terkesan dianaktirikan oleh pemerintah. Hanya di desa kami jalan kabupaten bak kubangan kerbau. Sementara jalan lain sudah dihotmix semua,” kata Marzuki, salah satu masyarakat setempat.
Ia menyampaikan, ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat secara umum. Baik itu untuk akses perekonomian, kesehatan, pendidikan dan juga pertanian. Sehingga, Pemda harus benar-benar memperjuangkan kebutuhan masyarakat itu. “Masalah jalan ini terus menjadi keluhan kami sejak puluhan tahun lalu. Tapi belum juga diprioritaskan,” terangnya.
Dijelaskannya, panjang jalan yang masih belum disentuh pemerintah kurang lebih sekitar 4 KM. Mulai dari Dusun Belenje sampai Dusun Kumbak Desa Serage atau perbatasan dengan Dusun Bantir Desa Tempos Kabupaten Lombok Barat. “Keluhan ini sudah sering kami sampaikan melalui pemerintah desa, tapi belum juga membuahkan hasil. Kami berharap DPRD bisa membantu kami memperjuangkan aspirasi masyarakat ini,” tandasnya.
Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Loteng dari Fraksi Golongan Karya, Lalu Muhammad Akhyar mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan yang ada di Desa Serage. Menurutnya, kondisi jalan itu sangat tidak layak untuk dilalui masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Terlebih jika memasuki musim hujan. “Hampir semua jalan kabupaten yang ada di Loteng sudah dilakukan dihormati, bahkan beberapa ruas jalan itu sudah sering dilakukan perbaikan. Tapi kenapa jalan di Desa Serage ini belum juga disentuh pemerintah,” tegas politisi Golkar ini.
Untuk itu, aspirasi masyarakat terkait dengan ruas jalan tersebut akan menjadi prioritasnya untuk disampaikan ke pihak eksekutif melalui kursi parlemen. Dengan harapan, Pemda Loteng bisa segera menuntaskan pengerjaan jalan itu. “Aspirasi ini akan menjadi fokus perhatian kami di DPRD untuk disampaikan ke Pemda. Karena ruas jalan kabupaten ini merupakan tanggung jawab Pemda secara umum. Kami di DPRD hanya sebatas menyampaikan saja. Semoga aspirasi ini bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.(wid)



