Diancam Investor Bodong, Warga Are Guling Lapor DPRD
PRAYA-Puluhan warga pesisir Pantai Are Guling, Desa Mertak, Kecamatan Pujut yang diduga akan dipolisikan salah satu investor yang diduga belum mengantongi izin beraktivitas di lahannya, mendatangi kantor DPRD Lombok Tengah. Kedatangan puluhan warga pesisir yang berprofesi sebagai nelayan ini untuk mengadu atas berbagai hal yang dilakukan investor terhadap masyarakat nelayan setempat.
Salah seorang warga, L. Apipudin saat orasi membenarkan beberapa sikap arogan dan intimidasi dilakukan pihak investor kepada masyarakat pesisir Are Guling. Intimidasi hingga ancaman yang dilakukan investor kepada warga ini lantaran warga enggan meninggalkan roi pantai yang dijadikan sebagai tempat membangun gubuk untuk lokasi transit mencari ikan di laut. Pengusiran paksa yang dilakukan oknum investor bodong ini lantaran ingin memanfaatkan roi pantai sebagai lokasi untuk mendukung usaha yang akan dijalankan. “Dengan alasan investasi kemudian kami dizolimi oleh investor bodong ini,” ungkapnya.
Bahkan demi roi pantai tidak dijadikan sebagai lokasi transit nelayan saat melaut, pihak investor yang diduga bodong ini mengintimidasi warga akan meminta pihak kepolisian menangkap dan memenjarakan mereka. Bahkan pihak investor memberikan tenggang waktu hingga Rabu (11/10) ini untuk warga mengosongkan roi pantai. “Sudah arogan investor diduga bodong ini terhadap warga pesisir,” terangnya.
Warga kemudian menyampaikan tuntutan kepada pihak investor untuk memberikan akses jalan keluar masuk menuju pesisir. Juga agar roi pantai bisa tetap digunakan sebagai lokasi transit saat melaut. “Kalau tuntutan kami ini tidak diindahkan maka kami akan tetap menduduki roi pantai,” ancamnya.
Terkait persoalan ini, warga menuntut agar DPRD bisa memfasilitas warga dalam memberikan solusi kepada pihak investor. “Kami meminta anggota DPRD yang menjadi wakil kami untuk memfasilitasi solusi untuk kami,” harapnya.
Sementara anggota DPRD yang menerima warga, Ikhsan Ramdani menyatakan, pihaknya akan selalu siap memback-up tuntutan warga. Pihaknya akan memanggil semua pihak demi sebuah solusi terbaik. “Saya akan turun langsung ke lokasi untuk mencari benang merah atas persoalan yang dihadapi warga,” paparnya.(wid)



