Cerita Mentor Ace FEC Lombok: Bisa Untung Rp600 Juta Lebih
PRAYA-Persoalan macetnya aplikasi FEC yang berujung pada pelaporan yang dilakukan anggotanya masih terus berproses. Namun, persoalan tersebut rupanya menyisakan banyak ceritera yang membahagiakan bagi kebanyakan Mentor FEC. Bahkan, salah satu Mentor Senior mengaku sudah menghasilkan penarikan uang hingga Rp600 juta selama mengikuti aplikasi FEC.
Mentor Ace FEC, M. Bahri, S. Pd menyatakan, sejak ikut di FEC ia mengalami peningkatan ekonomi yang cukup signifikan. Sejak bergabung ia sudah mengantongi uang sebesar Rp600 juta lebih. “Kalau saya hitung-hitung penarikan saya selama bergabung di FEC lebih dari Rp600 juta,” ungkapnya.
Diceritakan, awalnya dia bergabung di aplikasi FEC dengan menggunakan satu akun saja. Namun semakin hari akun miliknya berkembang dan memiliki member semakin banyak. Karena semakin berkembang dan menghasilkan banyak uang, akhirnya dia menambah menjadi empat akun. “Sebelum aplikasi ini ditutup saya memiliki empat akun,” sambungnya.
Dari empat akun tersebut, hingga saat ini ia sudah melakukan penarikan uang hingga Rp600 juta lebih. Dan dari hasil penarikan uang dari FEC, apa yang belum pernah dimilikinya dapat dipenuhi selama empat bulan terakhir. “Hasil sebagai Mentor senior di aplikasi FEC sangat memuaskan,” terangnya.
Sebagai Mentor senior dan memiliki empat akun, ia mengaku memiliki sebanyak 16 ribu lebih member. Ia pun menjelaskan proses meyakinkan member untuk mau bergabung di aplikasi FEC tidaklah mudah. Tidak jarang member yang bergabung terlebih dahulu diberi modal olehnya. “Demi agar memiliki member yang banyak tidak jarang mereka saya modali dulu,” tegasnya.
Dan karena kebanyakan member merasakan hasilnya, mereka dengan sendirinya ikut serta dan menaikkan kelasnya sendiri sebagai mentor senior. “Member ini kebanyakan yang ceritera ke masyarakat di sekitarnya untuk ikut serta dalam aplikasi jual beli ini dan mereka rata-rata masuk dari akun saya,” jelasnya.
Sementara di awal penarikan uang dari akun miliknya, ia mengaku pada bulan kedua berhasil menarik uang dari aplikasi sebanyak Rp15 juta per hari. Dan pada bulan ketiga, mulai naik hingga Rp30 juta dalam seharinya. Yang paling puncak, ia menuturkan di pekan ketiga bulan Agustus sampai bisa menarik uang sebesar Rp50 juta dalam seharinl. “Dengan tingginya penarikan saya dalam sehari pembelian bintang untuk naik tingkat terus dilakukan,” terangnya.
Dengan saldo banyak yang dimiliki, ia terus melakukan pembelian bintang di aplikasi hingga saat ini dia sudah mencapai bintang 5. Artinya ia kini memegang posisi mentor senior dengan bintang 5. Adapun pembelanjaan yang dilakukan di aplikasi mencapai Rp200 juta dengan limit bank pembelian yang dimiliki waktu itu Rp100 juta. Pembelian itu dilakukannya dua hari sebelum aplikasi eror tidak bisa lagi melayani penarikan uang. “Pas macet saya mau narik Rp100 juta harapannya untuk mengganti pengeluaran beli bintang promo itu tapi nasib berkata lain dana yang ditarik belum bisa sampai skrg jadinya zonk. Dan saya beli bintang dua hari terakhir sampai limit aja saldo direkening saya pembelanjaan saya sampai Rp200 juta karena limit di bank yang saya pakai Rp100 juta tuk limitnya,” jelasnya.
Sementara terkait pelaporannya terhadap aplikasi FEC di Polres Loteng, Bahri berharap bisa dituntaskan dan semoga dalang utama dan pihak management bisnis FEC ini bisa ditangkap dan uang anggota yang masih mengendap di saldo bisa ditarik. “Saya akan laporkan kasus ini juga ke Polda dalam waktu dekat ini,” paparnya.(wid)



