Sukses Besar, Omzet Serambi Kuliner MTQ NTB di Lombok Tengah Tembus Rp318 Juta

LOMBOK TENGAH — Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 membawa berkah melimpah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selama sepekan pelaksanaan, stand Serambi Kuliner yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Lombok Tengah (Loteng) sukses mencetak perputaran uang yang fantastis.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 45 UMKM yang membuka lapak di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah berhasil meraup total omset hingga Rp 318.373.000.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Lombok Tengah, Lalu Setiawan, mengungkapkan bahwa dampak ekonomi dari syiar Al-Quran ini tidak hanya berpusat di arena utama, tetapi juga menyebar ke beberapa wilayah sekitarnya.
“Selain stand UMKM yang berada di lokasi utama kegiatan MTQ dari tanggal 8 hingga 15 Juni, efek ekonomi yang masif juga dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM di beberapa titik lokasi lainnya di Kota Praya,” ujar Lalu Setiawan saat memberikan keterangan, Kamis (18/6).
Ia menambahkan, rata-rata pendapatan yang dibawa pulang oleh setiap pelaku UMKM sangat bervariasi, mulai dari jutaan hingga belasan juta rupiah.
Selain menjadi pendongkrak roda ekonomi lokal, kehadiran Serambi Kuliner ini juga berfungsi strategis sebagai panggung promosi produk-produk unggulan daerah, baik berupa olahan kuliner khas maupun hasil kerajinan tangan kreatif masyarakat Lombok Tengah.
Tingginya angka penjualan ini membuktikan bahwa produk lokal Lombok Tengah memiliki daya tarik yang luar biasa dan sangat diminati oleh para pengunjung. Antusiasme tersebut tidak hanya datang dari warga lokal, melainkan juga dari kafilah dan wisatawan luar daerah yang menyambangi arena MTQ.
Menariknya, kesuksesan transaksi ini juga didukung oleh digitalisasi pembayaran. Panitia dan pelaku UMKM telah menyediakan sistem pembayaran modern menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Selain memudahkan pembeli dalam bertransaksi secara non-tunai, penerapan metode QRIS ini juga sangat membantu kami untuk memantau dan menghitung jumlah omset secara cepat, akurat, dan transparan di lokasi Serambi Kuliner tersebut,” pungkas Lalu Setiawan.



