Ekonomi dan Bisnis

Berbuntut Panjang, Kapus Kopang Seret Perkara P3K Siluman ke Polisi

LOMBOK TENGAH – Kepala Puskesmas Kopang melaporkan BSU, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diSKKan di Puskesmas Kopang.

BSU dilaporkan Kepala Puskesmas Kopang, Dwi Juniarti atas dugaan telah memalsukan tandatangan dan stempel Puskesmas Kopang.

“Iya, Sudah saya masukkan laporkan ke Polres Loteng,” Ungkap Dwi Juniarti (14/01).

Bukti laporan

Selain itu, Dwi Juniarti juga melaporkan dugaan pencemaran nama baik akibat postingan BSU di media sosial yang menurutnya mecemarkan nama baiknya.

Postingan BSU tersebut, dinilai Dwi Juniarti menggiring opini netizen bahwa seolah-olah pihaknya menerima sejumlah uang untuk meloloskan BSU sebgai PPPK.

“Dari komen-komen di medsos seolah-olah saya disebut menerima uang. Padahal saya tegaskan tidak pernah menerbitkan surat keterangan tersebut. Silahkan dicek di arsip surat masuk dan keluar,” kesalnya.

Menurutnya, laporan tersebut dilakukan agar kejadian serupa tida terulang kembali. Ia meminta pihak kepolisian segera memproses persoalan tersebut dan dapat menyelidiki siapa saja oknum yang terlibat.

Menanggapi laporan tersebut, Orang tua terlapor, Miq Shopi akan mempertimbangkan terlebih dahulu langkah yang akan Ia tempuh. Ia meyakini pihaknya juga merupakan korban dalam persoalan tersebut.

“Kita akan lihat setelah ada panggilannya. Karena kita masih bingung juga,
Kami korban kok kami yg dilaporkan,” tandasnya.

Ia juga mengaku jika Pihaknya tidak pernah berhubungan dengan pihak Kepala Puskesmas Kopang selaku pelapor.

Ia juga menegaskan jika pihaknya tidak pernah membuah Suket palsu baik memalsukan tandatangan maupun stempel yang digunakan untuk mendaftar.

“Yg jelas si pembuat SK palsu itu bukan kami karena kami sendiri tidak pernah minta dibuatkan juga,” terangnya.

Sebelumnya, Miq Shopi mejelaskan jika pihaknya ditawarkan oleh oknum pegawai Koorwil Dikbud Kecamatan Kopang.

Ia menjelaskan pada berkas yang digunakan mendaftar, kemungkinan ada kekurangan terkait bukti honor diwilayah Loteng. “Karena itu mungkin mereka berupaya adakan Suket honor itu dibuat diam-diam dan ketuahuannya ketika lulus,” jelasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button