Lombok

Diterjang Banjir, Ruas Jalan Provinsi di Desa Tumpak Nyaris Lumpuh

LOMBOK TENGAH – Paska diterjang banjir ruas jalan provinsi yang terletak di Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) nyaris lumpuh. Kondisi ini disebabkan oleh jembatan yang tidak mampu menampung debit air setelah memasuki musim hujan.

Jalan yang merupakan jalur alternatif pariwisata yang menghubungkan sejumlah destinasi wisata unggulan, seperti Selong Belanak, Lancing, Tampah, Mawun, Kuta hingga Torok Aik Belek ini dikhwatirkan
mengganggu akses mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata di sejumlah wilayah.

Kepala Desa Tumpak, Rosadi mengatakan, permasalahan utama terletak pada ukuran jembatan yang terlalu kecil sehingga air meluap ke bahu jalan dan mengakibatkan ruas ini tidak bisa dilewati.

“Tinggi jembatan hanya sekitar 1,2 meter dengan lebar 2 meter. Jadi tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Ditambah lagi tersumbat oleh sampah,” kata Rosadi kepada wartawan melalui WhatsApp, Rabu (14/01).

Ia menjelaskan, luapan air bahkan mencapai bahu jalan dengan radius sekitar 100 meter ke arah timur dan barat. Kondisi jembatan pun dinilai sudah sangat memprihatinkan. Aspal di sekitar jembatan terkikis dan pecah, sementara struktur jembatan hampir roboh.

Ia menambahkan, usia jembatan tersebut telah mencapai lebih dari 20 tahun. Namun hingga saat ini belum ada upaya pembangunan maupun perbaikan dari pemerintah.

“Saat ini kami gotong-royong bersihkan saluran yang tersumbat, agar genangan ini segera surut dan bisa dilalui. Sembari menunggu perbaikan dari pemerintah,” tegasnya.

Akibat kondisi tersebut, akses jalan sempat lumpuh dan tidak bisa dilalui kendaraan. Pemerintah desa terpaksa mengalihkan arus lalu lintas ke jalan desa.
“Pengguna jalan yang hendak menuju Kuta maupun Selong Belanak kami arahkan untuk memutar melalui jalan desa,” jelasnya.

Pemerintah desa berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah dan provinsi untuk segera melakukan perbaikan, mengingat jalan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung pariwisata. “Semoga ruas jalan ini menjadi prioritas pemerintah untuk segera dilakukan perbaikan,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button