Polemik P3K “Siluman” PPPK Puskesmas Kopang, Terkuak Surat Keterangan Palsu

LOMBOK TENGAH – Dugaan adanya tenaga Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Puskesmas Kopang menggunakan surat keterangna pengalaman kerja palsu.
Dalam surat keterangan yang ditandatangani Kepala Puskesmas Kopang tersebut, meyebutkan pegawai berinisial BSU telah mengabdi di Puskesmas Kopang selama dua tahun berturut-turut sejak tahun 2024 sampai dengan 2025.
Namun keabsahan surat keterangan tersebut pun disangkal oleh Kepala Puskesmas Kopang, Dwi Juniarti. “Saya tidak pernah menandatangani surat keterangan bekerja dan tidak pernah mengeluarkan surat dengan nomor teraebut,” ungkapnya (10/01).
Ia membenarkan adanya SK atas nama yang bersangkutan diterima pihaknya. Namun, SK tersebut lansung dikembalikan hari itu juga dikarenakan BSU dinyatakan tidak pernah bekerja di Puskesmas Kopang.
“Memang benar ada SK atas nama yg bersangkutan tersebut diatas. Tapi SK nya sudah saya kembalikan langsung hari itu krn yang bersangkutan tidak pernah bekerja di Puskesmas Kopang,” terang Dwi Juniarti.
Kejadian tersebut dikatakan Dwi telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah untuk ditindak lanjuti. Kini pihaknya sedang menunggu arahan kepala dinas terkait penyelesaian persoalan tersebut.
“Saya sudah menyerahkan ke dinas kesehatan untuk tindak lanjutnya, untuk sementara saya masih menunggu arahan pimpinan,” tutupnya.
Sebelumnya, dugaan adanya Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) Siluman di Puskesmas Kopang mencuat. P3K berinisial BSU Tiba-tiba lolos sebagai P3K paruh waktu di Puskesmas tersebut.
Nama tersebut dicurigai muncul saat pengajuan pengangkata P3K paruh waktu beberapa waktu lalu.
BSU tiba-tiba terdaftar sebagai P3K paruh waktu berdasarkan SK yang diterbitkan kepala Puskesmas Kopang.
Padahal menurut kesaksian bebrapa pihak, BSU selama tidak pernah terdaftar sebagai pegawai honorer di Puskesmas Kopang.
“Namanya tiba-tiba ada disana, padahal sama sekali tidak pernah menjdi pegawai disana. Bahkan, kami pun tidak kenal,” ungkap salah satu pegawai yang enggan disebut namanya.



