Politik

Polemik Dana Hibah 2026, Pemkab Loteng Akhirnya Beri Jawaban

PRAYA-Perdebatan besarnya dana hibah yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tahun 2026 yang akan datang sebesar Rp 19 miliar akhirnya terjawab. Penentuan jumlah dana hibah dikalim berdasarkan kebutuhan yang sudah melalui proses kajian dan fakta di lapangan. Adapun sebesar 60 persen dana hibah akan digunakan untuk kegiatan Pekan Olahraga Provinsi dan lomba MTQ tingkat Provinsi yang dipusatkan di Lombok Tengah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan RIset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Wiranata, S.IP.,M.A menyatakan bahwa besaran dana hibah ini sesuai dengan kebutuhan daerah. “Kita anggarkan dana hibah itu bukan seenaknya, melainkan pengganggaran itu sudah real sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.

Adapun dari 60 persen anggaran yang ditargetkan untuk dua kegiatan di atas, sebesar 20 persen untuk bidang olahraga dan 40 persennya untuk penyelenggaran MTQ tingkat. “Sebenarnya dana hibah itu nanti akan tersedot banyak pada dua agenda kegiatan yakni Porprov dan MTQ,” terangnya.

Menurutnya, suksesnya dua kegiatan ini juga akan berdampak pada meningkatkatnya perekonomian masyarakat. “Mengapa kita harus maksimal sebagai tuan rumah dua kegiatan itu karena akan berdampak pada perekonomian masyarakat dan nama baik daerah,” jelasnya.

Sementara dana hibah sebesar 40 persen lainnya, akan dipergunakan untuk membiayai kegiatan Organisasi Keagamaan seperti yang biasa diakses oleh Baznas, MUI, Dewan Majsid dan organisasi lainnya. Yang jelas intinya pemanfaatan dana hibah ini tetap mengacu pada penggunannya untuk mensukseskan apa yang menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Pemerintah Lombok Tengah. “Jadi penggunaan dana hibah selama ini tetap akan berpihak ke masyarakat Lombok Tengah secara umum,” paparnya.(wid)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button