Bantu Pangkas Biaya Produksi, Tim PkM Universitas 45 Mataram Latih Pembuatan Pakan Mandiri di Lingsar

LOMBOK BARAT – Tingginya harga pakan komersial atau pabrikan masih menjadi tantangan utama bagi para pembudidaya ikan air tawar. Menjawab persoalan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas 45 Mataram menggelar pelatihan pembuatan pakan mandiri memanfaatkan limbah pengolahan ikan bagi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Lingsar Kita di Desa Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui alokasi hibah BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat).
Melalui pelatihan ini, akademisi dari Universitas 45 Mataram menghadirkan inovasi teknologi tepat guna untuk mengolah limbah ikan yang selama ini terbuang menjadi bahan pakan bernutrisi tinggi. Formula pengolahan ini dirancang khusus agar memiliki kandungan protein yang memadai untuk menunjang pertumbuhan optimal ikan budidaya.

Ketua Tim PkM Universitas 45 Mataram, Ni Kadek Puji Astuti, S.Pi., M.P., mengungkapkan bahwa pakan memegang porsi terbesar dalam operasional budidaya, yakni mencapai 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi. Dengan menguasai teknik pembuatan pakan mandiri berbahan baku lokal, pembudidaya diperkirakan dapat menekan biaya operasional secara signifikan.
”Melalui inovasi pemanfaatan limbah ikan ini, kita ingin memberikan solusi konkret bagi anggota Pokdakan Lingsar Kita agar tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pakan pabrikan yang harganya terus melonjak. Limbah ikan memiliki potensi protein yang tinggi jika diolah dengan formula dan teknik yang benar,” jelasnya di sela-sela kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, para peserta dibekali materi teoretis mengenai formulasi gizi pakan, kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik langsung. Anggota Pokdakan diajak memperagakan seluruh tahapan produksi, mulai dari penimbangan bahan baku lokal, pencampuran, pencetakan pelet, hingga proses pengeringan.

Ketua Pokdakan Lingsar Kita, Muhammad Atin, menyambut hangat serta mengapresiasi langkah konkret dan pendampingan yang diberikan oleh Tim PkM Universitas 45 Mataram. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan dan keterampilan baru yang sangat dibutuhkan oleh anggota kelompoknya.
”Selama ini limbah ikan sering dianggap sampah tak bernilai. Lewat pelatihan ini, kami baru tahu ternyata bisa diolah menjadi pakan ikan berkualitas tinggi. Ini sangat membantu menekan biaya pakan harian kami. Terima kasih kepada Tim PkM Universitas 45 Mataram dan program BIMA atas ilmu dan pendampingannya,” tutur Ketua Pokdakan.
Melalui program pemberdayaan ini, Universitas 45 Mataram berkomitmen untuk terus memantau dan memberikan pendampingan berkala kepada Pokdakan Lingsar Kita hingga kelompok tersebut mampu memproduksi pakan secara mandiri dan berkelanjutan demi mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Desa Lingsar.



