Lombok

Sambut Ramadan, PPLM Kebut Perampungan Musala di Bayan

LOMBOK UTARA – PPLM (Pesona Panther Lombok Mandalika) pada hari minggu tanggal 25 Januari 2026 kembali menggelar kegiatan bakti sosial, di tempat yang sama seperti sebelumnya yaitu di Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di Dusun Telu Gupati, Desa Karang Bajur, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Dalam giat ini, Pengurus PPLM bersama Ustadz Safarwadi, S.Pd.I. (Ustadz Pembimbing) memaksimalkan tahap akhir dari proses pembangunan Mushola Fathul Bayan, yang dijadwalkan rampung dan siap digunakan sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan Tahun 1447 H.

Pengurus PPLM AGUS HARIYANTO menegaskan “Target dari proses Akhir Pembangunan Mushola ini adalah Bulan Suci Ramadhan. Kami kembali lagi kesini untuk menunaikan kewajiban kami, kewajiban kita semua, kami perjuangkan agar Mushola Fathul Bayan di Dusun Telu Gupati dapat dipergunakan saat Bulan Suci Ramadhan,” katanya.

“Alhamdulillah ini merupakan kemauan kami untuk mewujudkan dan membangun Ukhuwah Islamiah yang dimulai sejak dini, serta menjadikan Mushola sebagai pusat pendidikan / pengajian serta menjadi pusat kegiatan keagamaan. Kami pengurus PPLM (Pesona Panther Lombok Mandalika) tidak akan berhenti sebelum Adzan bergema dengan lantang di Dusun Telu Gupati,” jelasnya.

“Dan InshaAllah untuk selanjutnya kami siap untuk kembali menggelar kegiatan bakti sosial di pelosok Pulau Lombok”. Ucap Agus Hariyanto.

Ia menambahkan, selama ini, kehadiran PPLM senantiasa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, karena sebagai komunitas yang terbentuk atas dasar solidaritas dan kemanusiaan.

PPLM senantiasa berupaya untuk membantu dalam melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Baik dalam kegiatan kegiatan sosial yang bertujuan membantu pemerintah daerah, maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat sosial dan kemanusiaan.

Pada giat Bakti sosial ini, PPLM menyalurkan bantuan pada Mushola Fathul Bayan : Buku Iqro’ 50 dan Mushaf Al-quran, satu set pengeras suara (TOA) berserta Ampli, satu set tempat Wudhu, papan tulis Whiteboard, karpet mushola serta pasir 2 dump truk bersama semen untuk keperluan membangun teras.

“Semoga kedepannya Mushola ini menjadi pusat pendidikan keagamaan dan pusat kegiatan masyarakat dalam kehidupan masyarakat serta kehidupan beragama, dan Semoga apa yang menjadi niatan dan kerja keras kita di ridhoi Allah SWT dan menjadikan lelah kami sebagai ibadah,” tutup Agus Hariyanto.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button