Terindikasi Nakal, SPPG Lingkok Brenge Bagi MBG Jam 9 Malam hingga Tak Gunakan Ompreng

LOMBOK TENGAH – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Islam Assalam Lingkok Berenge Kecamatan Janapria dianggap melanggar beberapa ketentuan yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Salah satunya, SPPG tersebut melakukan distribusi diluar waktu yang dianggap tidak wajar lantaran penerima manfaat sudah tertidur namin dipaksakan mengambil MBG ke rumah salah satu kader.
“Kami tolak karena sudah terlalu malam, dan saya khawatir makannya basi, namun petugasnya tetap memaksa untung menaruhnya disini,” kata salah satu kader desa setempat (09/04).
Menaggapi hal tersebut, Kepala SPPG Lingkok Bringe, Nasrullah mengakui keterlambatan distribusi tersebut. “Nggih (iya) ini memang keslahan kami, tapi kita juga punya alasan pak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi disebabkan keterlambatan pihaknya menerima gas LPG untuk keperluan memasak.
“(Penyebabnya) karena keterlambatan gas datang pak. Selain itu jalan menuju rumah kadernya bergelombang,” kilahnya.
Nasrullah melanjutkan, distribusi untuk kategiri B3 (bumil, busui dan balita) ini, biasanya didistribusikan siang hari dan rentang waktu pengantaran relatif panjang.
Terksit pendistribusian MBG yang menggunakan kotak, Nasrullah mengatakan hal tersebut atas permintaan kader yang melakukan diatribusi kepada penerima manfaat.
Ia mengatakan, dengan penggunaan kotak kader tidak bekerja dua kali, yakni melakukan distribusi dan kembali mengambil ompreng.
“Kalo berbentuk ompreng repot katanya kader makanya kader minta pake kotak biar tidak kerja kali pak,” tandasnya.



