Lombok

Bencana Banjir Bawa Lumpur dan Batu, Warga Kuta Kesulitan Beraktifitas

LOMBOK TENGAH – Ratusan warga di 12 kekadusan Desa Kuta Kecamatan Pujut terdampak banjir yang membawa material lumpur dan batu ke pemukiman warga. akibatnya Warga tersebut kesulitan beraktifitas di bulan suci Ramadhan ini.

Walaupun banjir sempat menunjukkan tanda-tanda surut, warga tetap diliputi kecemasan karena kondisi drainase yang buruk membuat air berpotensi kembali meluap setiap kali hujan turun.

Kepala Desa Kute, Lalu Mirate mengungkapkan jika banjir merata dialami warga di 12 Kekadusan yang ada saat ini.

Warga semakin terharu dikarenakan musibah ini terjadi tepat saat mereka sedang menjalankan ibadah puasa.

Akibat genangan air dan lumpur yang menutupi seluruh areal rumah, warga juga dilaporkan kesulitan untuk beraktivitas di luar guna memenuhi kebutuhan pangan.

“Mudah-mudahan ada harapan sembako. Karena masyarakat gak bisa keluar untuk berbuka puasa dan segala macamnya,” ucap Mirate saat dihubungi (24/02).

Mirate menjelaskan, Selain kebutuhan pangan, kerusakan infrastruktur rumah juga menjadi beban berat bagi warga. Material batu yang terbawa arus banjir juga telah menyebabkan kerusakan pada tembok-tembok hunian warga.

Meskipun perabotan rumah tangga dilaporkan aman dari arus, kondisi rumah kini dipenuhi lumpur dan membutuhkan perbaikan segera.

Ia juga menjelaskan, warga Kute saat ini sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah, tidak hanya dalam bentuk pangan tetapi juga material bangunan.

“Iya (kami) butuh sih bantuan kalau memang ada bantuan terutama sembako, bila perlu ada semen itu, semen pasir,” pungkasnya.

Dari pantauan video yang beredar di media sosial, banjir parah terjadi di Dusun Mengalung, Desa Kuta. Air berwarna kecokelatan tampak mengalir deras dan keluar dari sudut-sudut halaman rumah warga. Bahkan, dalam rekaman tersebut terlihat seorang warga negara asing dievakuasi oleh masyarakat setempat.

Selain Dusun Mengalung, banjir juga menerjang Dusun Rangkap 2 yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Sirkuit Mandalika. Kondisi di dusun tersebut dilaporkan cukup memprihatinkan.

Efendi, warga Dusun Rangkap 2, mengaku ketinggian air membuat situasi tidak lagi sekadar banjir biasa.

Ia menyebutkan sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) terdampak akibat peristiwa tersebut. Banjir juga menyebabkan kerugian material yang cukup besar bagi warga.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button