RSUD Praya Naik Klas ke Tipe B, Wabup Beri Apresiasi

Lombok Tengah – Naik kelas RSUD Praya dari tipe C ke Tipe B mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Lombok Tengah Dr.H.M.Nursiah M.Si. Wabup mengatakan tidak mudah jadi tipe B sebab harus mempersiapkan segala sesuatunya yang dipersyaratkan, di antaranya ketersediaan tenaga medis dan paramedis termasuk sarana dan prasarananya. Wabup menjelaskan tenaga medis disiapkan melalui pelatihan dan pendidikan spesialisasi, “dilengkapi semua termasuk kualitas tenaga kesehatan melalui uji kompetensi bagi tenaga medis,” ungkap Wabup di RSUD Praya belum lama ini.
Wabup menegaskan dalam menjalankan pelayanan kesehatan, RSUD harus menerapkan prinsip prinsip dasar dalam pelayanan dan juga pelayanan prima. “Prinsip pelayanan prima adalah sikap dan tingkah laku petugas kesehatan kita,” ujarnya.
Wabup melihat ada perubahan dalam tata krama pelayanan dimana sikap keramahtamahan, senyum sapanya sudah cukup bagus, namun manusiawi juga kalaupun ada penilaian dari masyarakat yang berdampak kepada ketidak puasaan dalam pelayanan.
Bicara soal pelayanan prima, lanjut Wabup, maka tidak akan pernah lepas dari manajamen dari seorang menejerial. Seorang manajerial harus mampu mencapai target yang diharapkan oleh pemerintah. Keberhasilan pemimpin organisasi tidak lepas dari kerjasama semua pihak khususnya para teknisi, yang berada di bawah kepala dinas atau direktur.
Saat ini Wabup menilai sudah ada progres atau kemajuan dalam hal pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Direktur RSUD Praya, Mamang, mengatakan target Masmirah lima tahun ke depan optimis bisa dipenuhi terlebih lagi persiapan sudah dari jauh hari dilakukan. Jargon meriuk meriri ini adalah internlisasi sebagai pijakan dalam berkerja.
Tetapi sesungguhnya ada tiga hal yang menjadi titik fokus dari RSUD Praya terkait dengan jargon itu yakni memberikan pelayanan prima, sumber daya manusia sebagai penyokong, serta sarana dan prasarananya.
Sehingga capaian selama 2 tahun sudah mulai terlihat seperti perubahan tipe, kemudahan disertifikasi layanan dimana sebelumnya tidak tersedia kini sudah tersedia seperti layanan bedah saraf, kemudian sebentar lagi ada Cath lab jantung dan stroke, hingga layanan kanker.
Untuk diketahui, kenaikan tipe C ke Tipe B adalah cita-cita yang tertuang dalam RPJMD sejak lama dan baru kali ini bisa terwujud. “Kami sudah diassessment dan direkomendasikan rekomendasi dan tinggal menunggu rekomendasi fsri provinsi sehingga penanarian kita selama 26 tahun di tipe C akan bisa kita raih,” ujarnya.
Setelah naik kelas yang perlu ditegaskan bahwa adanya persepsi dan pertanyaan masyarakat terhadap tingkat pelayanan kesehatan meskipun sudah paripurna ataupun baik kelas. “Perlu saya sampaikan bahwa meskipun dikatakan paripurna tidak kemudian seratus persen lansung sempurna namun untuk kesempurnaan memang menjadi harapan termasuk juga tipe B,” jelasnya
Sebenarnya perbedaan tipe C dan Tipe B seperti rasio ventilator ada ICU sudah terpenuhi, kemudian jumlah tempat tidur, dan lainnya menurut hitungan bisnis ada sejumlah perbedaan di antaranya nilai klaim antara tipe C dan B. Selain itu, kompetensi layanan artinya rujukan berbasis kompetensi layanan, yang tidak hanya bicara kelas saja.(wid)


