Ditipu Pemborong, Rehab SMPN 1 Praya Ngaret

PRAYA-Rehabilitasi bangunan SMPN 1 Praya, Kabupaten Lombok Tengah yang menelan biaya sebesar Rp 3,8 miliar, berakhir kontrak pekerjaannya tertanggal 15 Desember kemarin. Hingga memasuki masa akhir kontrak, rekanan diketahui tidak juga mampu menyelesaikan pekerjaaan dan oleh Dinas terkait diberikan kesempatan melanjutkan pekerjaan dengan memberikan addendum hingga tanggal 28 Desember mendatang.
Kendati demikian, alasan pemberian adendum oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah ini dinilai tak masuk akal. Sebab keterlambatan ini terjadi lantaran adanya penipuan yang dilakukan oleh pihak pemborong proyek yang ditunjuk oleh pihak rekanan.
Pejabat Pengambil Komitmen (PPK) mega proyek SMPN 1 Praya Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Rupawan Joni, membenarkan kalau rehab pembangunan SMPN 1 Praya yang menelan biaya sebesar Rp 3,8 miliar tidak mampu diselesaikan oleh pihak rekanan hingga batas waktu yang disepakati. “Ya memang benar pihak rekanan yang mengerjakan pembangunan rehab SMPN 1 Praya kita berikan adendum pertama hingga tanggal 28 Desember mendatang,” ungkapnya.
Lebih jauh, dijelaskan bahwa bentuk penipuan yang dilakukan oleh pihak pemborong adalah dengan sengaja memperlambat proses pengerjaaan proyek, hingga melebihi batas waktu. “Kita sesalkan apa yang dilakukan oleh pemborong lokal kita kepada pihak rekanan SMPN 1 Praya,” sesalnya.
Kendati demikian, pihaknya meyakini bahwa pihak rekanan mampu menyelesailan pekerjaanya di masa addendum yang diberikan. “Kami yakin pihak rekanan mampu menyelesailan pekerjaan mereka hingga tanggal 28 Desember mendatang,” yakinnya.
Sementara, pihak rekanan yang mengerjakan SMPN 1 Praya langsung melalui Direktur CV Sagita, Tara Yah yang juga menjabat sebagai Ketua Gapensi Sumbawa menyatakan, kelalaian hingga tidak bisa menyelesaikan pembangunan rehab SMPN 1 Praya akibat terkendala tukang. Dimana pihaknya merasa ditipu oleh tukang lokal yang ditekrut pemborong dan saat ini tukang lokal tersebut sudah digantikan oleh tukang bangunan yang lainnya. “Ya kita terlambat karena kendala tukang,” ujarnya.
Hingga waktu adendum yang diberikan hingga tanggal 28 Desember mendatang, sisa yang belum dikerjakan di proyek SMPN 1 Praya hanya 6 persen saja. Pada proyek rehab pihaknya mengaku hanya menyisakan pengerjaan pada kusen bangunan saja. Dan pihaknya yakin hasil pengerjaan SMPN 1 Praya memiliki kualitas bangunan yang baik kendati pengerjaanya terlambat. “Kami yakin bisa menyelesaikan pekerjaan telat waktu dan kualitas hasil bangunan kami layak diadu,” tegasnya.(wid)



