Lombok

Gandeng Perum Bulog NTB, Bupati Loteng Salurkan Bantuan Pangan

PRAYA-Program Bantuan Pangan (Bapang) Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI berupa beras, kini mulai disalurkan ke penerima di Kabupaten Lombok Tengah. Sebelum menyalurkan bantuan, Bupati Lombok Tengah bersama Perum Bulog NTB sebagai penyedia melepas bantuan beras secara simbolis di Kantor Bupati Loteng.

Kepala Perum Bulog NTB, Ismet Erlando pada sambutannya menyatakan, Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu kabupaten tercepat di NTB dalam hal melakukan penyaluran bantuan pangan di tahun 2024 ini. Hal ini terjadi karena data by name by addres penerima bantuan sudah dinyatakan clear and clean. “Di saat kabupaten lain masih terus memperbaiki data penerima, justru Loteng saat ini sedang menyalurkan bantuan beras Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Penyaluran bantuan pangan berupa beras ini sesuai dengan perintah Presiden RI, dimana program bantuan pangan akan disalurkan setiap bulannya kepada penerima hingga enam bulan kedepan. “Bantuan ini akan kita salurkan ke penerima setiap bulan selama enam bulan kedepan,” ujarnya.

Penyaluran Bapang ini sendiri akan dilakukan dengan dua tahap yakni tahap pertama dari bulan Januari sampai Maret, sementara tahap kedua di bulan April hingga Juni mendatang. Dan masing-masing penerima Bapang berhak menerima bantuan beras setiap bulannya seberat 10 kilogram. “Setia bukan penerima berhak mendapatkan bantuan beras 10 kilogram,” sambungnya.

Adapun tujuan dilanjutkannya Bapang ini oleh Pemerintah Pusat yakni dalam upaya membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Selain itu program ini juga bertujuan untuk mengatasi kemiskinan dan menjaga gejolak harga beras ditengah masyarakat. “Program ini berhasil di tahun 2023 kemarin menekan harga beras ditengah masyarakat sehingga program ini dirasa perlu dilanjutkan tahun 2024 ini,” katanya.

Perintah penyaluran bantuan ini sendiri oleh Pemeirntah Pusat kepada pihak Bulog dilakukan pada bulan Oktober tahun 2023. Hal ini kemudian mengacu pada sumber data penerima penerima yang didapatkan dari Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan. “Data penerima Bapang tahun 2024 tidak lagi bersumber dari dinas Sosial,” ujarnya.

Sementara Bupati Lombok Tengah, H. L. Pathul Bahri, S. IP., M. AP pada sambutannya menyatakan, pihaknya memastikan kalau Bapang yang disalurkan di bulan Januari tahap pertama sampai ke penerima. Untuk itu Dinas terkait yang merupakan leading sektor Bapang ini diminta bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan Desa. “Saya perintahkan Asisten leading sektor untuk mengkoordinir dari segala sisi agar bantuan ini sampai hingga ke penerima sesuai jumlah,” ungkapnya.

Selain itu, semua OPD terutama Badan Ketahanan Pangan Loteng juga diharapkan mulai membangun sinergi terhadap proses penyaluran Bapang ini. Lantaran sasaran merupakan masyarakat yang berlatar kurang mampu, pihaknya berharap agar Bapang ini bisa segera diterima dan dinikmati oleh sasaran. “Sebelum memasuki bulan kedua beras Bapang ini harus sudah sampai ke tangan penerima yang berhak,” tegasnya.

Selain dalam upaya menstabilkan harga beras di pasaran, menurutnya tujuan disalurkannya Bapang ini oleh Pemerintah Pusat adalah dalam rangka meringankan beban masyarakat dalam mengatasi kebutuhan pangan. “Berpengalaman dari sebelumnya, sebelum turunnya bantuan beras kerap kali harga jual beras tinggi di pasaran. Namun ketika bantaun sudah mulai disalurkan berangsur juga dengan sendirinya harga beras di pasaran ikut turun,” jelasnya.

Adapun besaran beras yang akan disalurkan kepada penerima di Kabupaten Lombok Tengah bulan Januari ini adalah 1.541.270. dimana besaran itu disalurkan kepada sebanyak 154.127 penerima manfaat yang berasal dari 12 Kecamatan. “Ini yang kemudian harus dipastikan segera diterima masyarakat Loteng yang berhak menerima,” paparnya.(wid)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button