Bupati Blak-blakan Tagih Pembayaran Lahan Pemkab Loteng ke ITDC
PRAYA-Jelang MotoGP yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika pada 13-15 Oktober mendatang, sampai saat ini pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika masih menyisahkan persoalan sengketa lahan. Salah satunya sampai saat ini ada sekitar sembilan lahan milik Pemkab Lombok Tengah yang belum dilunasi oleh ITDC.
Hal ini terkuak saat Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S. IP. menjadi pembicara dalam kegiatan Talkshow Dialog Lanskap Sport Tourism The Mandalika di Hotel Pullman Lombok Merujani Beach Resort, Rabu kemarin (27/9). Saat itu, Bupati blak-blakan meminta ITDC untuk segera membayar lahan mereka. Pasalnya Pemkab selama ini sudah sering melakukan penagihan tapi tak kunjung mendapatkan respons.
Pathul menambahkan, saat ini di wilayah selatan berbagai pihak sudah bisa melaksanakan diskusi dengan aman dan nyaman. Hal ini tidak terlepas dari peran TNI-Polri dan masyarakat Lombok Tengah yang sudah puluhan tahun melakukan pembenahan dari segi keamanan, salah satunya melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Terpadu (Lemper Madu) yang gencar dalam menjaga keamanan di wilayah selatan. “Baru mulai dibangun KEK Mandalika ini, rekan- rekan dari lemper madu dan TNI-Polri jauh sebelumnya sudah menjaga keamanan wilayah selatan ini. Jalan-jalan yang ada saat ini yang banyak dilalui dengan kondisi bagus, merupakan jalan Pemkab. Justru saya mau menagih ITDC, karena sampai saat ini ada sembilan hektar tanah kami di dalam kawasan yang belum dibayarkan oleh ITDC,” ungkap Pathul.
Ia juga menegaskan lahan-lahan itu tidak dilakukan apresel, karenanya seharusnya jumlahnya sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa selama ini kontribusi Pemkab bersama masyarakat Lombok Tengah dalam mendukung KEK Mandalika sudah tidak diragukan lagi. “Dari lahan sembilan hektar saja kontribusinya sudah tidak bisa dihitung. Belum kita bicara yang lain seperti pemberdayaan masyarakat dan promosi serta menjaga Kamtibmas,” terangnya.
Pathul menegaskan bahwa lahan milik Pemkab yang luasnya sembilan hektar ini meski belum dibayar sama sekali, namun sudah masuk HPL ITDC. “Jadi kami tegaskan belum dibayar lahan kami sembilan hektar ini dan kami sudah diskusi dengan Direktur ITDC tapi alasan uang belum ada,” jelasnya.
Pathul juga menyampaikan secara terbuka bahwa sebenarnya masih banyak hal yang harus dibenahi dalam pembangunan KEK Mandalika ini. “Bahkan jalan dari masjid Nurul Bilad ke Barat itu merupakan tanah kami. Kalau kami apresel itu tentu mahal,” tegasnya.
Bukti lain mengenai kontribusi Pemkab bersama masyarakat Lombok Tengah adalah pada tahun 2022 lalu Pemkab menggelontorkan Rp289 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan. Hal ini tidak lain untuk memastikan tidak terjadi macet saat penonton datang menyaksikan event MotoGP di Sirkuit Mandalika. “Kami selama ini terus bergegas dan tahun ini juga perbaikan infrastruktur jalan terus kita lakukan,” paparnya.(wid)



