Pariwisata

Menjelang MotoGP, Hotel Penuh, Homestay dan Sarhunta Masih Tersedia

PRAYA-Event MotoGP yang akan dilaksanakan di Sirkuit Mandalika pada 13-15 Oktober mendatang, berdampak besar terhadap okupansi hotel yang ada di Lombok Tengah. Pasalnya saat ini, untuk kamar hotel semuanya sudah penuh dan yang tersisa saat ini hanya homstay dan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta).

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Tengah, H. Lendek Jayadi, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa dari jauh sebelumnya pihaknya sudah mewanti-wanti agar permasalahan akomodasi ini tidak dinaikkan tarifnya terlalu tinggi. Baik masalah perhotelan atau masalah transfortasi, agar nantinya pelaksanaan event di Sirkuit Mandalika bisa berjalan dengan baik, yang kemudian akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.
“Maka kita akan rapat teknis di ITDC bersama Kemenkomarves kaitan dengan akomodasi penginapan dan transportasi. Tapi dari evaluasi kita sudah 90% untuk penginapan, yang jenis hotel berbintang maupun tidak berbintang saat ini sudah full booking. Yang ada saat ini tinggal homestay dan sarhunta yang masih ada belum laku. Namun masih ada sisa sebulan lagi sebelum event MotoGP dan kita yakini semuanya akan full juga,” ungkap H. Lendek Jayadi, S.Pd., M.Pd, Selasa (5/9).

Selain masalah okupansi hotel, ada juga beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam pelaksanan event MotoGP ini. Sehingga saat ini sudah terbentuk tim pengaduan untuk akomodasi dan transportasi di Pemkab Lombok Tengah. Nantinya tim ini bertugas untuk mengatasi berbagai persoalan yang kemungkinan akan timbul saat event berlangsung. “Termasuk tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) juga saat ini sudah mulai melakukan mitigasi untuk membangun bagaimana event di KEK Mandalika bisa berjalan lebih baik. Sementara tim untuk keluhan akomodasi hotel dan transPortasi ini juga nantinya akan bekerja dalam hal memberikan kepastian kepada wisatawan yang datang bisa merasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Lendek menegaskan dengan berbagai persiapan ini diharapkan event di Mandalika bisa berjalan dengan aman dan lancar. Di sisi lain, belajar dari berbagai event yang sudah berlangsung sebelumnya, yang juga menjadi catatan dan butuh dilakukan pembenahan yakni masalah pedagang asongan. “Masalah pedagang asongan ini kita belum mampu melakukan sterilisasi terutama di roi pantai. Makanya kita tetap melakukan pendekatan dengan para pedagang untuk memberikan edukasi, agar masyarakat benar-benar berempati. Karena kita tidak meningingkan adanya kekerasan maka penting kita lakukan pembinaan,” terangnya.(wid)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button