Dituding Tunggangi Program PDAM untuk Pilkada, Petugas Survei di Loteng Menuai Sorotan
PRAYA – Untuk mengetahui sejauh mana kepuasan masyarakat terutama para pelanggan PDAM Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah, pihak perusahaan dilaporkan melakukan survei langsung ke tengah masyarakat. Namun ironisnya, program tersebut diduga disusupi oleh agenda politik menjelang Pilkada. Petugas yang diarahkan melakukan survei kepuasan publik disinyalir turut menanyakan kinerja kepala daerah sekaligus mempromosikan Wakil Bupati untuk maju pada Pilkada mendatang.
Salah seorang warga Desa Darek, Kecamatan Praya Barat, berinisial BM, membenarkan bahwa wilayah tempat tinggalnya menjadi salah satu sasaran survei kepuasan publik terhadap pelayanan PDAM Tirta Ardhia Rinjani. Menurutnya, saat petugas melakukan survei, selain menanyakan perihal pelayanan PDAM, petugas juga mengajukan pertanyaan khusus yang mengarahkan masyarakat untuk memilih Wakil Bupati jika maju sebagai kandidat Pilkada.
”Sangat jelas arahan dari petugas itu,” ungkapnya.
Menurut BM, dugaan kampanye terselubung menggunakan program pemerintah ini tidak hanya terjadi di wilayah Kecamatan Praya Barat. Ia mengaku menerima informasi dari kerabatnya bahwa petugas survei di kecamatan lain juga melakukan hal serupa. Bahkan, petugas disebut secara terang-terangan meminta warga yang disurvei untuk memilih kandidat tertentu.
Padahal sejatinya, tidak ada aturan yang membolehkan anggaran atau program pemerintah disalahgunakan untuk kepentingan politik praktis. Program survei kepuasan pelanggan ini diduga telah dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi kepentingan pribadi atau kelompok dibanding kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Direktur Umum PDAM Tirta Ardhia Rinjani, L. Lutfi, saat dikonfirmasi memilih tidak memberikan komentar banyak mengenai dugaan penyalahgunaan program survei tersebut untuk kepentingan politik. Terkait persoalan ini, ia mengarahkan awak media untuk langsung mengonfirmasi kepada Direktur Utama.



