Pemdes Darmaji Integrasikan Sampah dan Ketahan Pangan Lewat Vertikal Komposter

LOMBOK TENGAH – Pemerintah Desa (Pemdes) Darmaji integrasikan pengolahan sampah dan ketahanan pangan dengan menggunakan sistem vertikal komposter.
Program yang mengintegrasikan pengolahan sampah dengan vertikultur ini merupakan upaya Pemdes Darmaji menjawab tantangan pengolahan sampah pedesaan sekaligus pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat.
Jumlah sampah yang terus meningkat sebagian besar merupakan sampah organik. sisa-sisa makanan, daun, dan ranting, sayangnya berakhir di tempat pembuangan sampah. Penumpukan sampah organik ini menyebabkan emisi gas metana.
Dengan komposter tersebut, sisa limbah dapur, daun dan limbah organik lainnya dapat diubah menjadi sumber daya berharga yang dapat digunakan menjadi pupuk. Pendekatan ini bukan hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga untuk mendapatkan pupuk berkualitas tinggi secara gratis, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Kepala Desa Darmaji, Suhaidi mengatakan komposter susun dikembangkan untuk masyarakat yang memiliki pekarangan sempit. “Komposter susun Ini di buat dengan kolaborasi apik Pemerintah Desa Darmaji dengan Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL) Mataram,” ungkapnya (05/02).
Ia menjelaskan, komposter tersebut cocok diletakkan pada pekarangan yang dekat dengan dapur sehingga limbah dapur bisa dimasukkan langsung lewat paralon tengaj komposter sehingga pupuk cairnya lansung bisa ditadah. “Jadi, sampah dapur nggak ada yang terbuang, setelah 3 Minggu atau 1 bulan, bisa dibuka paralon nya untuk diambil pupuk organik nya” jelasnya.
Ia menerangkan, komposter vertikal tersebut, saat ini sedang dalam masa uji coba. Hasil uji coba tersebut diperkirakan akan kelihatan pada pekan kedua bulan Februari ini. Setelah uji coba, komposter tersebut akan diproduksi dan kemudian dibagikan ke masyarakat.
Namun, Sebelum dibagikan, Suhaidi menjelaskan, akan melakukan penyuluhan tentang cara pemanfaatan sistem tersebut kepada masyarakat penerima.
Untuk mengatasi biaya produksi, pihak Pemdes akan melibatkan pihak ketiga seperti STTL Mataram, Bangun Desa Institute dan Yayasan Gema Pemuda Negeri.
“Penganggaran nya dari pihak ketiga, salah satunya STTL, kemudian dari NGO Bangun Desa Institute dan Yayasan Gema Pemuda Negeri, kita kolaborasi. Kalau dari Dana Desa tidak memungkinkan untuk dianggarkan,” tandasnya.
Ia berharap konsep ini bisa di replikasi oleh pemerintah daerah dalam skala yang lebih besar dan luas. “Kita tahu bahwa persoalan sampah ini adalah persoalan besar dan klasik. Salah satu cara mengurangi pembuangan sampah rumah tangga ke TPA adalah vertical composter ini,” tutupnya.



