Tembus 154 Medali di Hari Kelima, Lombok Tengah Makin Mantap Bidik Posisi Tiga Besar Porprov NTB

MATARAM – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 terus berlangsung sengit. Seluruh kontingen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dari 10 kabupaten/kota saling bersaing ketat dalam mengumpulkan medali. Memasuki hari kelima pelaksanaan, KONI Kabupaten Lombok Tengah berhasil mengumpulkan sebanyak 154 medali.
Dari total 154 medali tersebut, rinciannya terdiri atas 65 medali emas, 42 perak, dan 47 perunggu. Pundi-pundi medali bagi kontingen Kabupaten Lombok Tengah ini dipastikan masih akan terus bertambah seiring masih bergulirnya pertandingan di berbagai cabang olahraga (cabor).
Ketua KONI Kabupaten Lombok Tengah, L. Firman Wijaya, menyatakan bahwa hingga hari kelima pelaksanaan Porprov NTB, torehan medali dari masing-masing cabor menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Capaian pada Porprov NTB tahun 2026 ini dipastikan melampaui perolehan medali pada edisi Porprov sebelumnya.
”Dari capaian medali di hari ke-5 ini sudah menunjukkan torehan keberhasilan atlet pada cabor yang kita ikuti,” ungkapnya.
Firman meyakini, pemberian dukungan moril secara langsung ke lokasi pertandingan menjadi salah satu penyulut semangat para atlet. Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau seluruh arena cabor guna memberikan motivasi kepada para atlet, baik yang sedang maupun belum bertanding.
”Rupanya kehadiran kami semua anggota pengurus KONI di tengah-tengah atlet terlihat sudah membuahkan hasil yang maksimal,” jelasnya.
Menatap sisa laga hingga hari terakhir pelaksanaan Porprov NTB nanti, pengurus KONI bersama para bapak asuh cabor optimis pundi-pundi medali akan terus mengalir demi merealisasikan target masuk posisi tiga besar juara umum.
”Kita berkeyakinan torehan medali akan terus kita raih hingga akhir Porprov,” sambungnya.
Hal lain yang tidak kalah penting, menurutnya, adalah menjaga mental serta memenuhi seluruh kebutuhan logistik para atlet selama bertanding melalui koordinasi dengan para ofisial. Para bapak asuh cabor yang berasal dari jajaran kepala OPD juga terus diarahkan untuk memantau langsung perkembangan atlet binaan mereka.
”Yang jelas kehadiran kita Pemerintah di tengah-tengah atlet hal yang paling dibutuhkan saat ini oleh atlet sebagai semangat juang mereka menyabet medali,” paparnya.



