Hukum & Kriminal

PLN Kantongi Bukti Sambungan Ilegal, Kades Ungga Ngotot Tak Tahu Menahu

LOMBOK TENGAH – Dugaan penybungan listrik secara ilegal di Kantor Desa Ungga Kecamatan Praya Barat Daya, menjadi sorotan publik setelah Tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN Cabang Praya melakukan pemeriksaan di lokasi.

Petugas PLN ULP Praya menemukan adanya indikasi penggunaan listrik yang tidak terukur melalui kWh meter. Dugaan ini menguat setelah ditemukan kabel yang diduga tersambung langsung di instalasi kantor desa.

Kepala Desa Ungga, Swasto saat dikonfirmasi mengatakan tidak tahu menahu terkait sambungan Ilegal tersebut. “Tidak ada alasan bagi kami untuk melakukan penyambungan listrik secara lansung. Tidak ada perangkat di kantor desa yang begitu memakan listrik, cuman ada komputer dan AC yang rusak,” ungkapnya (21/04).

Swasto juga mengaku adanya permintaan pembayaran hingga puluhan juta rupiah serta permintaan penandatanganan berita acara oleh pihak PLN. Namun Ia mengaku keberatan, mengingat kondisi anggaran desa yang terbatas dan bukan merupakan pemakaian pribadi.

Sementara itu, Manager PLN ULP Praya, Reza Muhabid menyatakan, temuan di lapangan merupakan hasil pemeriksaan resmi tim P2TL dan didukung bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Ditemukan kabel sadapan di instalasi kantor desa dengan indikasi adanya penggunaan tenaga listrik yang tidak terukur di kWh meter oleh petugas P2TL kami. Kami memiliki bukti video yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Reza menerangkan, nilai yang ditagihkan telah dihitung secara sistematis sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak dapat diubah.

“Nilai denda sudah tertera di sistem kami dan dihitung berdasarkan kriteria pelanggaran di lapangan. Kami tidak bisa mengubah nilai tersebut, bahkan Rp1 pun, karena sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga membantah adanya praktik permintaan uang di luar ketentuan oleh petugas PLN.

“Tidak ada petugas kami yang meminta uang puluhan juta. Semua sesuai dengan kriteria pelanggaran yang ada,” tambahnya.

Lebih lanjut, Reza menyebut bahwa Kepala Desa Ungga telah mendatangi kantor PLN dan, menurutnya, mengakui adanya kejadian tersebut.

“Tadi siang Pak Kades sudah ke kantor dan mengakui kejadian tersebut, yang informasinya sudah berlangsung sejak sebelum bulan puasa,” ungkapnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button