Saling Bantah Terkait Dugaan Pungutan Rekrutmen Karyawan MBG di Lombok Tengah
LOMBOK TENGAH – Pihak mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantah adanya dugaan pungutan biaya kesehatan dalam proses rekrutmen calon karyawan dapur. Namun, pernyataan ini bertolak belakang dengan pengakuan calon karyawan yang merasa telah menyerahkan sejumlah uang.
Perwakilan Yayasan Islam Assalam, Rahiman, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memungut biaya dari calon karyawan di dapur MBG yang dikelolanya. Ia mengklaim seluruh proses rekrutmen yang berjalan dua bulan lalu sudah sesuai prosedur.
Menurut Rahiman, pemeriksaan kesehatan seharusnya dilakukan oleh calon karyawan secara mandiri. “Jadi tidak ada kami minta uang untuk cek kesehatan. Kalaupun ada yang mengaku menyerahkan uang, silakan dibuktikan saja. Kita duduk bareng dan ditunjukkan bukti atau katakan siapa oknum yang meminta,” tandasnya saat ditemui di kediamannya baru-baru ini.
Di sisi lain, seorang calon karyawan yang meminta identitasnya dirahasiakan membantah keras pernyataan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa rata-rata calon karyawan dimintai uang sebesar Rp500.000 dengan alasan biaya kesehatan dan sertifikat.
”Saya menyerahkan uang 500 ribu, katanya sebagai biaya cek kesehatan, dan sertifikat. Saya lupa sertifikat apa,” jelasnya.
Ia membeberkan bahwa uang tersebut diserahkan kepada seorang oknum berinisial A di rumahnya. Menurutnya, oknum tersebut juga memungut biaya serupa dari calon karyawan lainnya.
Lebih lanjut, ia menyangkal klaim bahwa tes kesehatan dilakukan secara mandiri. “Kami melakukan cek kesehatan di dapur MBG secara masal,” ucapnya.



