Hukum & Kriminal

Isu Pungli Rekrutmen Karyawan MBG di Teratak, Ditagih Biaya Kesehatan hingga 500 Ribu? 

LOMBOK TENGAH – Sejumlah warga Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) dalam proses rekrutmen karyawan MBG di desa setempat.

Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa pelamar dan beberapa kerbatnya mengaku dimintai sejumlah uang yang disebut sebagai biaya cek kesehatan.

“Kami dimintai biaya cek kesehatan sebanyak 500 ribu rupiah saat melamar sebagai karyawan dapur program MBG,” ucap salah satu pelamar yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengaku, beberapa kali didatangi oleh salah seorang yang disebut bertugas merekrut pegawai berinisial A ke rumahnya untuk memintai biaya cek kesehatan yang dimaksud.

Tak hanya dirinya, permintaan biaya cek kesehatan tersebut juga diminta kepada rekannya yang lain. “Saya sempat ingin mengkritisi adanya pungutan tersebut, numun karena sendiri dan sangat ingin bekerja, maka permintaan tersebut dengan terpaksa saya penuhi meski harus meminjam uang pada salah satu kerabat,” ujarnya (09/03).

Ia mengakui, dirinya telah melakukan pengecekan kesehatan di lokasi dapur. Pihak pengelola dapur mendatngkan tenaga medis untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh.

Salah seorang warga lainnya juga mengaku jika salah salah satu keluarganya dimintai uang sebesar 500 ribu saat hendak mendaftar. Namun karena Ia menolak untuk mengeluarkan uang, keluarganya tersebut dinyatakan tidak diterima bekerja sebagai karyawan di dapur MBH tersebut.

Ia juga mengaku kecewa karena pengelola dapur tidak cukup mengakomodir warga setempat. “Karyawan yang diterima kebanyakan dari luar desa, padahal waga sekitar banyak yang membutuhkan pekerjaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Perwakilan Yayasan Islam Assalam, Rahiman membantah jika pihaknya melakukan pungutan terhadap calon karyawan dapur MBG yang di kelolanya.

Ia menegaskan, Proses rekrutmen yang dilakukan dua bulan yang lalu sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Ia menjelaskan, cek kesehatan bagi karyawan dilakukan secara mandiri. “Jadi tidak ada kami minta uang untuk cek kesehatan. Kalaupun ada yang mengaku menyerahkan uang, silahkan dibuktikan saja. Kita duduk bareng dan ditunjukkan bukti atau katakan siapa oknum yang meminta,” tandasnya.

Lebih jauh Ia menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi bagi masyarakat sekitar dapur tentang adanya rekrutmen pegawai. “Sudah kami sosialisasi dan mencari pekerja di sekitar dapur, namun mungkin karena sudah bekerja di tempat lain jadi sepi peminat, tentunya kami mengutamakan warga setempat,” ujarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button