Rontok karena Hujan, Proyek Jalan Pengembur-Tumpak Darurat Evaluasi

LOMBOK TENGAH – Proyek pengerjaan ruas jalan Pengembur-Tumpak menuai protes, Proyek jalan yang baru saja berumuh setahun tersebut diminta untuk dievaluasi lantaran aspal tersebut tergerus oleh air hujan.
Forum Pemuda Pusake mengaku prihatin atas kondisi jalan tersebut. Kondisi jalan disebut mengalami kerusakan di beberapa titik.
Berdasarkan investigasi lapangan yang dilakukan oleh tim Pusake, ditemukan retakan aspal dan talud ambruk. Rabat beton diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spek. Padahal, proyek ini diharapkan menjadi urat nadi ekonomi masyarakat setempat.
Ketua Forum Pemuda Pusake. Lalu Khairul Fatoni menyampaikan, bahwa kualitas pekerjaan proyek ini patut dipertanyakan. “Kami sangat menyayangkan lemahnya pengawasan dan menduga rendahnya kualitas material yang digunakan. Uang rakyat yang bernilai miliaran rupiah seolah terbuang sia-sia karena jalan belum satu tahun sudah mau rusak kembali. Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi masalah tanggung jawab moral terhadap publik,” ujarnya (21/01).
pihaknya juga menemukan talud yang ambruk dan tambal sulam aspal tehanyut terbawa air hujan dan rabat beton yang di duga tidak sesuai spek.
Atas temuan tersebut, Forum Pemuda Pusake Mendesak Dinas Terkait yakni PUPR untuk segera turun ke lapangan dan memanggil kontraktor pelaksana guna melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam.
Pusake juga Meminta Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum untuk memeriksa proses pengadaan dan pelaksanaan proyek ruas Pengembur – Tumpak untuk memastikan tidak ada indikasi mal adminstrasi atau tindak pidana korupsi.
Ia juga Menuntut Transparansi terkait masa pemeliharaan proyek agar masyarakat tahu siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.
“Kami tidak akan tinggal diam. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari pemerintah dan pihak rekanan, PUSAKE akan melakukan aksi massa untuk menuntut keadilan bagi masyarakat pengguna jalan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Lombok Tengah, M. Sarjan menerangkan, ruas jalan Pengembur-Tumpak masih dalam masa pemeliharaan.
Ia menjelaskan, kerusakan di ruas jalan tersebut akan diperbaiki oleh pihak kontraktor. “Terkait kerusakan kontraktornya akan segera memperbaiki, dan sudah disampaikan ke pihak kontraktor juga,” jelasnya (22/01).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Sarjan membenarkan, kerusakan ruas jalan tersebut diakibatkan tergerus air hujan yang cukup lebat.
Selain itu, kerusakan juga disebabkan kedaraan dam truk yang lalu lalang saat pengerjaan jalan karena terdapat aktivitas galian C di sekitaran ruas jalan tersebut.



