Langgar Aturan, Warga Tuntut Penertiban Aktivitas Galian C di Pemepek

LOMBOK TENGAH – Warga Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata mengeluhkan aktivitas galian C yang ada di wilayah tersebut. Warga pun meminta pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) menertibkan aktivitas galian C yang melanggar aturan dan tidak memperhatikan lingkungan.
Tak hanya merusak lingkungan, aktivitas galian C tersebut memperparah kerusakan jalan, baik jalan desa maupun kabupaten, akibat kendaran dump truk yang lalu-lalang.
Salah satu warga Pemepek yang enggan disebutkan namanya mengatakan, tuntutan penertiban galian C oleh warga bukan tanpa alasan, kelengkapan izin dan penggunaan BBM bersubsidi menjadi alasan kuat tuntutan warga tersebut.
“Sudah jadi rahasia umum, aktivitas galian C ini tidak lengkap izinnya. Selain itu, ada dugaan pengusaha-pengusaha galian menggunakan solar subsidi untuk alat berat yang ada di lokasi tersebut,” ujarnya.
Ia menerangkan, pengusaha tambang galian C hanya berfikir mengeruk keuntungan tanpa memperhatikan lingkungan dan warga sekitar.
Aktivitas tambang ini disebut berdampak buruk bagi infrastruktur dan kesehatan masyarakat. Jalan menuju pemukiman warga rusak parah akibat mobilisasi dump truk yang berkapasitas besar, sementara debu yang dihasilkan menyebabkan polusi udara dan mengancam kesehatan warga sekitar.
“Aktivitas warga dan siswa yang menggunakan sepeda motor terus menerus terganggu akibat kondisi jalan dan muatan galian C yang jatuh di sepanjang jalan. Debunya jika terkena mata sangat mengganggu penglihatan pengguna jalan,” ungkapnya.
Selain itu, kondisi lingkungan terancam mengalami erosi dan longsor di sekitar area tambang. Tanah dan air juga menjadi tercemar akibat aktivitas tambang galian C terebut.
Tak hanya itu, warga menyebut sungai mengalami terus mengalami pendangkalan dan berkurangnya debit mata air dan sumber air bersih.
Untuk itu, Ia meminta pemerintah menertibkan aktivitas galian C di desa tersebut. Sekaligus menindak dugaan penggunaan solar subsidi yang tidak boleh diperuntukkan bagi kegiatan industri.



