Geger Penemuan Bayi di Desa Pringgarata, Penanganan Ditangani PPA Polres Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH – Warga Dusun Jabon Barat, Desa Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, digegerkan oleh penemuan bayi berjenis kelamin perempuan di pinggir jalan Dasan Baru, Rabu (16/9/2026) pagi.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat, Hj. Soleha, saat berjalan pulang usai menunaikan salat Subuh di masjid. Ia terkejut mendengar suara tangisan bayi yang tergeletak di pinggir jalan tanpa sehelai kain pun. Hj. Soleha lantas memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan serta melaporkan kejadian itu ke Polsek Pringgarata.
Kepala Puskesmas Pringgarata, Haerozi, membenarkan bahwa bayi tersebut telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
”Pasien dibawa ke puskesmas oleh warga dan ditemani polisi pukul 07.00 WITA dengan kondisi bayi menggigil, merintih, kotor dan tampak kebiruan pada kaki dan tangan, tali pusat sudah dipotong tanpa klem tali pusat. Saat ini jam 12.00 WITA kondisi bayi menangis kuat, warna kulit kemerahan, hisapan sufor baik kurang lebih 20 cc, BB: 2.000 gram, PB: 39 cm, LK: 30 cm, LD: 29 cm, LILA: 9 cm,” papar Haerozi merinci kondisi medis sang bayi.
Perkara penemuan bayi ini kini telah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Tengah bersama Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah.
Kapolsek Pringgarata, Iptu Ida Bagus Pidada, mengarahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada pihak Polres.
”Silakan konfirmasi ke Polres karena sudah ditangani langsung oleh PPA Polres Lombok Tengah,” ujar Iptu Ida Bagus Pidada saat dikonfirmasi media.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah, H. Masnun, menyatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan pendampingan dan penanganan pascamedis.
”Setelah kita dapat laporan dari Polsek Pringgarata kami langsung perintahkan Kepala Bidang dan Peksos untuk turun ke Puskesmas Pringgarata melakukan asesmen dan persiapan untuk tindakan selanjutnya penitipan bayi ke Sentra Paramita Mataram,” jelas H. Masnun.



