Sepakat, Pemda dan DPRD Loteng Ubah Tiga Ranperda Menjadi Perda

LOMBOK TENGAH – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng menyepakati tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Ketiga Ranperda yang disepakati tersebut tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol, pengembangan ekonomi kreatif dan pengelolaan rumah susun sederhana.
Pendapat terakhir tentang persetujuan tiga Ranperda oleh Pemda Loteng tersebut, disampaikan Wakil Bupati Loteng, HM Nursiah dalam rapat Paripurna DPRD Loteng Rabu (04/02).
Nursiah menyampaikan, Pemda Loteng memandang Ranperda tersebut bukan semata-mata produk legislasi, melainkan instrumen kebijakam strategis yang menjawab kebutuhan rill masyarakat dan tantangan pbangunan daerah dari aspek ketertiban sosial, penguatan ekonomi maupun pemenuhan hak dasar warga negara.
Ranperda tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat, menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, serta meminimalisir dampak sosial dan kesehatan yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan minuman beralkohol.
Ranperda tentang pengembangan ekonomi kreatif disebut menjadi fondasi hukum yang penting dalam mendorong lahirnya ekosistem ekonomi baru berbasis kreativitas, budaya lokal, inovasi, dan teknologi, sehingga mampu memperluas lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah Lombok Tengah.
sementara itu, ranperda tentang pengelolaan rumah susun sederhana merupakan bentuk komitmen bersama dalam memenuhi hak masyarakat atas hunian yang layak, terjangkau, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan amanat konstitusi dan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Nursiah menerangkan, dengan telah disepakatinya ketiga Ranperda tersebut, Pemda Loteng menyatakan menerima dan menyetujui ranperda dimaksud untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.



