Pendidikan

SDI Darul Ulum Terima Bantuan Revitalisasi Ruang Kelas dan Toilet Disabilitas, Progres Capai 20 Persen

PRAYA – Sekolah Dasar Islam (SDI) Darul Ulum yang berlokasi di Dusun Menombak, Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, resmi menjadi salah satu penerima program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Pemerintah Pusat tahun 2026. Memasuki bulan pertama pelaksanaan, progres pembangunan fisik dilaporkan telah mencapai sekitar 20 persen.

​Ketua Yayasan sekaligus Ketua Tim Pembangunan Program Revitalisasi, Murdiono, menyatakan rasa syukurnya atas bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah. Melalui program ini, dambaan pihak yayasan untuk memiliki fasilitas sarana pendidikan yang berkualitas nasional dapat terwujud.

​”Kami sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya program Revit Pemerintah Pusat ini,” ungkap Murdiono di lokasi pembangunan, Rabu (7/10/2026).

​Pihaknya menambahkan bahwa sejak yayasan berdiri pada tahun 2019 lalu, baru kali ini SDI Darul Ulum menerima sentuhan bantuan pembangunan gedung dari pemerintah secara langsung.

​”Sejak berdiri tahun 2019 lalu, baru kali ini kita mendapatkan sentuhan bantuan dari Pemerintah, itu yang sangat kami syukuri,” katanya.

​Rincian Pembangunan Fasilitas dan Toilet Disabilitas

​Program revitalisasi yang diterima pihak yayasan mencakup pengerjaan rehabilitasi 3 lokal ruang kelas, pembangunan 4 lokal ruang kelas baru bertingkat dua lantai lengkap dengan perabotannya, serta penataan lingkungan berupa pentalutan sepanjang 100 meter.

​”Untuk pembanguna ruang kelas kita mendapatkan 7 lokal,” sambung Murdiono.

​Selain ruang belajar, bantuan tersebut juga mencakup pembangunan 5 unit toilet dan fasilitas sanitasi baru, di mana salah satu unit toilet didesain khusus untuk melayani penyandang disabilitas.

​Pengerjaan Swakelola dan Harapan Dukungan Pemkab

​Seluruh pengerjaan konstruksi dilaksanakan melalui sistem swakelola dengan melibatkan tenaga kerja lokal dari masyarakat sekitar. Pihak yayasan menegaskan tidak menggunakan pekerja dari luar dua dusun setempat guna menjaga kualitas dan rasa kepemilikan.

​”Untuk pekerja kita gunakan tenaga lokal dari masyarakat sekitar. Karena kita mengerjakan sekolah kita se diri, tentu standar kualitas bangunan terbaik yang utama kita perhatikan dalam proses pembangunannya,” tegasnya.

​Meski mendapatkan program dari Pemerintah Pusat, pihak yayasan tetap berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, khususnya untuk pemenuhan sarana penunjang kegiatan belajar mengajar harian.

​”Kami akan terus berupaya untuk bisa mengakses bantuan Pemerintah agar bisa masuk ke Yayasan kami demi lancarnya proses belajar mengajar siswa,” pungkas Murdiono.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button