Pendidikan

Gelar Pembangunan Swakelola, Revitalisasi Gedung SDN Mbung Tangar Target Tuntas November 2026

PRAYA – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mbung Tangar yang berlokasi di Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, tengah gencar melaksanakan program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Memasuki pekan ketiga pelaksanaan, progres pengerjaan fisik bangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 30 persen.

​Kepala SDN Mbung Tangar, L. Srinate, S.Pd., didampingi Ketua Tim Pembangunan, M. Zakaria, membenarkan bahwa sekolahnya menjadi salah satu penerima bantuan program revitalisasi dari Pemerintah Pusat pada tahun ini. Bantuan tersebut merupakan penantian panjang yang telah lama diidamkan oleh pihak sekolah maupun masyarakat setempat.

​”Karena sejak berdiri berpuluh tahun lamanya, baru kali ini Sekolah ini mendapatkan bantuan Pemerintah dan bantuannya sangat luar biasa,” ungkap L. Srinate di lokasi pembangunan, Rabu (7/10/2026).

​Pihak sekolah mengemukakan bahwa target penyelesaian pengerjaan diperkirakan tuntas 100 persen pada November mendatang, lebih cepat dari batas waktu kontrak kerja.

​”Memang sesuai kontrak proses pembangunan sampai bulan Desember, namun kita bisa memastikan justru di bulan Desember bangunan sudah mulai bisa dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar seperti biasa,” jelasnya.

​Rincian Bangunan dan Fasilitas Disabilitas

​Program revitalisasi yang diterima SDN Mbung Tangar mencakup pembangunan dan rehabilitasi 8 ruang kelas, dengan rincian 2 ruang kelas baru lengkap dengan sarana perabotannya serta rehabilitasi untuk 6 ruang kelas lainnya. Kapasitas ruang kelas tersebut nantinya mampu menampung seluruh 257 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

​Selain ruang kelas, revitalisasi ini meliputi rehabilitasi ruang perpustakaan, ruang administrasi/guru, penataan lingkungan sekolah, serta pembangunan 5 unit toilet dan sanitasi baru—termasuk toilet khusus bagi penyandang disabilitas.

​Pengerjaan Swakelola dan Kegiatan Belajar Sementara

​Pembangunan gedung sekolah dilakukan secara swakelola dengan melibatkan warga dari 3 dusun sekitar. Sistem swakelola ini diterapkan untuk memastikan mutlaknya kualitas fisik bangunan.

​”Karena program ini dikerjakan oleh masyarakat maka tentu kuakitas bangunan gedung yang paling utama diperhatikan dalam proses pembangunannya,” tegas Srinate.

​Di tengah berjalannya proses konstruksi, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dipastikan tetap berlangsung kondusif. Pihak sekolah memanfaatkan lahan kosong di area belakang sirkulasi sekolah yang disulap menjadi ruang kelas sementara.

​”Kita pastikan kendati proses pembangunan kita laksanakan dengan swakelola tentu kualitas kita perhatikan dan tidak keluar dari petunjuk tekhnis pembangunan yang sudah ada,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button