Jumlah Tender Fisik 2025 Loteng Terjun Bebas
PRAYA-Jumlah proyek fisik yang nilai anggarannya diatas Rp 200 juta yang proses lelangnya dengan menggunakan proses tender yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tahun 2025 ini mengalami penurunan yang sangat drastis. Penurunan proyek proses lelang tender yang dikelola oleh semua Organisasi Perangkat Daerah turun jumlahnya hingga 50 persen dibanding jumlah pada tahun 2024 kemarin.
Kepala Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekertariat Daerah Lombok Tengah, Edi Johanes diruang kerjanya menyatakan, pihaknya membenarkan akibat diberlakukannya refocusing anggaran oleh Pemerintah Pusat tahun 2025 ini berimbas pada menurunnya penerimaan anggaran atau biasa disebut transfer daerah yang diterima oleh semua daerah di Indonesaia termasuk oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Akibat menurunya nilai transfer Pusat ke daerah, secara langsung berpengaruh pada terpangkasnya beberapa program strategis dan prioritas utama Pemkab Loteng yang membutuhkan anggaran besar dan sudah terencana tahun sebelumnya. “Kita harus akui jumlah proyek kita yang bisa diakses pihak ketiga melalui proses lelang di PBJ tahun 2025 ini jumlahnya turun drastis,” ungkapnya.
Merujuk dari tahun 2024 kemarin saat tidak diberlakukannya refocusing angggaran oleh Pemerintah Pusat berbekal anggaran Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Trmbakau (DBHCHT). Dari dana yang diterima mampu menyelesaikan berbagai kegiatan kebutuhan mendasar yang tersebar pada sebanyak 150 paket fisik tender lebih. Namun ditahun 2024 ini hampir jumlah proyek tender fisik yang di lelang di PBJ mengalami penurunan jumlah hingga sebesar 50 persen lebih. “Bayangkan saja jika sudah mengalami penurunan jumlah proyek tender sampai 50 persen berapa puluh miliar dana transfer pusat yang kita terima tahun ini turun jumlahnya,” terangnya.
Tahun 2024 ini, merujuk dari permintaan lelang proyek tender yang diajukan oleh semua OPD yang ada. Jumlah proyek tender yang dilelang oleh PBJ hanya sebanyak 62 paket proyek. Dan dari sebanyak 62 paket yang dilelang, sebanyak 39 paket tender yang hingga Minggu ke tiga bulan Mei ini yang sudah ada pemenangnya yang bahkan sudah berkontrak dan sudah mulai dikerjakan rekanan pemenang tender proyek. “Yang sudah berkontrak sudah mulai dikerjakan pihak rekanan pemenang tender,” sambungnya.
Sementara sisa paket tender sebanyak 23 paket saat sedang tahap review dan target tayang Minggu depan. Target semua proses lelang proyek dengan sistem tender di PBJ rampung pada bulan Mei ini dan bulan Juni mendatang seluruh proyek tender sudah dikerjakan rekanan pemenang. Pasalnya jika molot proses lelang paket tender ininakan berpengaruh kepada limit waktu pelaksanan oleh pihak rekanan. “Kita target bulan Mei iji semua lelang paket rampung semua agar masa waktu pengerjaan proyek tidak terganggu,” ujarnya.
Dimana jumlah anggaran pada setiap paket yang dilelang PBJ ada yang berkisar hingga puluhan miliar. Paket terbesar yang dilelang PBJ dengan sistem tender ini diungguli oleh paket Vanue MTQ dengan besaran anggaran sebesar Rp 21,8 miliar. Dimana pembangunan Vanue MTQ ini akan dibangun Pemkab Loteng dihalaman kosong yang ada di Kantor Bupati setempat. “Target seluruh proyek paket tender ini selesai dikerjakan hingga 6 bulan atau 180 hari paska proses tandatangan kontrak kerja,” paparnya.(wid)



